Menu

Mode Gelap
BPH Migas Minta Masyarakat Lapor Penyalahgunaan BBM Subsidi 7 Universitas Korea Selatan Gandeng Indonesia, Rekrut 1.000 Mahasiswa Leo Club Jakarta Kharisma Ajak Anak Disabilitas Bermain di Kidzania PSN Papua Selatan Disorot Akademisi: Abaikan Hak Masyarakat Adat ITS Ciptakan Alat Deteksi Minyak Babi, Hanya Rp10 Ribu per Strip Pelemahan Rupiah ke Dolar Singapura Jadi Alarm Baru

News

Pasar Kranji Baru Tingkatkan Program K3 untuk Atasi Penumpukan Sampah

badge-check


					Pasar Kranji Baru Tingkatkan Program K3 untuk Atasi Penumpukan Sampah Perbesar

Matras News, Bekasi – Pasar Kranji Baru terus berupaya mengoptimalkan program Kebersihan, Keindahan, dan Ketertiban (K3) guna menangani persoalan penumpukan sampah di area pasar.

Kendati telah ada penambahan armada pengangkutan, sampah masih menjadi masalah lantaran banyak warga sekitar yang membuang sampah sembarangan di dalam pasar.

Kepala Pasar Kranji Baru, Agus Sudrajat, SE, mengakui bahwa perilaku warga menjadi salah satu tantangan utama.

“Sebenarnya, sampah di sini kurang steril karena banyak warga dari sekitar Bekasi Barat yang membuang sampah di dalam pasar. Kalau dilarang, mereka malah marah. Tapi kami berusaha menanggulangi semaksimal mungkin,” ujarnya kepada matrasnews.com melalui sambungan telepon.

Untuk mempercepat penanganan, pengelola pasar menambah armada pengangkutan sampah dari dua menjadi tiga mobil per hari.

Jika terjadi penumpukan ekstrem atau kendala di Tempat Pembuangan Akhir (TPA), pihak pasar melakukan “Gerebek K3″ dengan mengerahkan hingga enam mobil dalam sehari.

Kami tidak membiarkan sampah menumpuk setiap hari, tegas Agus pada, Selasa 17 Juni 2025.

Agus juga memaparkan, tonase sampah sekarang memang berbeda karena banyak yang buang sampah liar. Sejak 2019, kebiasaan ini sudah terjadi. Satu motor bisa bawa sekantong sampah, kalau 11-15 motor, belum lagi yang pakai karung,” paparnya.

Selain sampah plastik dan sisa dagangan, sampah makanan juga kerap menjadi masalah. Warga yang berbelanja di pasar sering kali membuang sampah sisa makanan di tempat sampah, bahkan kerap memicu ketegangan saat ditegur.

“Kalau kami larang, ya ribut sama warga. Mereka merasa karena belanja di pasar, sampahnya boleh dibuang kembali ke sini,” ungkap Agus.

Untuk mengoptimalkan pengelolaan sampah, Pasar Kranji Baru berkoordinasi dengan Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Kebersihan Kecamatan Bekasi Barat.

Agus menyatakan bahwa pihaknya terus meminta dukungan maksimal dari UPTD Pengangkutan agar sampah tidak menumpuk hingga menimbulkan bau tidak sedap.

“Alhamdulillah, kami terus berkoordinasi agar pengangkutan sampah lebih maksimal. Jangan sampai masalah ini harus naik ke tingkat atas.

Dengan program K3 dan penambahan armada, Pasar Kranji Baru berharap kebersihan pasar dapat lebih terjaga sehingga memberikan kenyamanan bagi pedagang dan pengunjung,” terangnya.

Baca Lainnya

BPH Migas Minta Masyarakat Lapor Penyalahgunaan BBM Subsidi

1 Juni 2026 - 01:24 WIB

Pelemahan Rupiah ke Dolar Singapura Jadi Alarm Baru

1 Juni 2026 - 00:06 WIB

Menteri Ketenagakerjaan: Sertifikasi Kompetensi Wajib bagi Peserta MagangHub

1 Juni 2026 - 00:03 WIB

Hari Kelima Korban Hanyut di Kali Bekasi Ditemukan Tutup Usia

29 Mei 2026 - 02:12 WIB

Jadwal Audiensi Aliansi PPPK PW dengan Kemendagri Telah Diagendakan

29 Mei 2026 - 01:18 WIB

Trending di News