Menu ✖

Breaking News

News

Pembangunan Jalur Kereta Api Lintas Negara Indonesia, Malaysia, Brunei Tengah Dikaji

badge-check

Pembangunan Jalur Kereta Api Lintas Negara Indonesia, Malaysia, Brunei Tengah Dikaji Perbesar

MATRASNEWS – Pemerintah tengah mengkaji pembangunan jalur kereta api yang menghubungkan tiga negara Indonesia, Malaysia, dan Brunei Darussalam, dengan Ibu Kota Nusantara (IKN) sebagai pusatnya. Kajian ini menandai langkah ambisius untuk memperkuat konektivitas darat di jantung Pulau Borneo.

Menteri Pengangkutan Sarawak, YB Dato Sri Lee Kim Shi, menyatakan proyek infrastruktur lintas batas ini berpotensi besar mempererat hubungan kawasan. “Konektivitas yang lebih baik akan memperlancar mobilitas manusia dan barang, serta menguatkan fondasi kolaborasi serumpun di Asia Tenggara,” ujarnya.

Selain kereta api, Sarawak juga berencana meluncurkan maskapai penerbangan baru bernama Air Borneo pada Januari 2026. Maskapai ini direncanakan membuka rute langsung dari Sarawak menuju IKN, memanfaatkan operasi komersial Bandara Internasional Nusantara yang segera dimulai.

Rencana ini disambut positif oleh Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN). Sekretaris OIKN, Bimo Adi Nursanthyasto, menyatakan penerbangan langsung dari Sarawak ke IKN akan menjadi terobosan penting. “Kami menyambut baik inisiatif ini. Konektivitas udara dan darat yang kuat akan mempermudah mobilitas dan mendorong pertumbuhan ekonomi kawasan,” kata Bimo.

Pembahasan kerja sama ini mengemuka dalam pertemuan antara delegasi Sarawak dan Otorita IKN. Pertemuan tersebut menjadi momentum untuk menjajaki peluang kolaborasi yang lebih luas, tidak hanya di sektor transportasi, tetapi juga kesehatan dan kebudayaan.

Pada aspek kebudayaan, kedua pihak yang memiliki akar budaya serumpun melihat potensi besar untuk pengembangan program bersama. Beberapa ide yang mengemuka antara lain penyelenggaraan kompetisi sumpit (blowpipe) dan berbagai kegiatan pertukaran budaya lainnya untuk memperkuat ikatan sosio-kultural.

Saat ini, fokus utama masih pada tahap kajian awal untuk jalur kereta api lintas negara tersebut. Pemerintah Sarawak bersama dengan pihak terkait di Indonesia dan Brunei akan melakukan studi kelayakan mendalam menyangkut rute, pembiayaan, dan teknis pembangunan.

Sementara untuk Air Borneo, persiapan menuju peluncuran pada 2026 terus dilakukan. Kehadiran maskapai ini diharapkan dapat menjadi katalisator peningkatan kunjungan dan investasi antara Sarawak dan IKN di masa mendatang.

Dengan dua inisiatif strategis ini kereta api lintas negara dan penerbangan langsung—Sarawak menunjukkan komitmennya untuk menjadi pintu gerbang konektivitas utama di Pulau Borneo, sekaligus mitra kunci dalam mendukung perkembangan IKN sebagai episentrum ekonomi dan budaya baru di kawasan.

Cek Berita lain di Google News

Komentar ditutup.

Baca Lainnya

Kementan Alihkan Anggaran Rp3,7 Triliun untuk Petani dan Peternak

29 Okt 2026 - 02:06 WIB

Kementan Alihkan Anggaran Rp3,7 Triliun untuk Petani dan Peternak

Menko Polkam di Timika: Stabilitas Keamanan Papua Harus Sejalan dengan Kesejahteraan

28 Okt 2026 - 12:13 WIB

Menko Polkam di Timika: Stabilitas Keamanan Papua Harus Sejalan dengan Kesejahteraan

Kemkomdigi dan Polri Perkuat Sinergi Berantas Kejahatan Digital

28 Okt 2026 - 00:13 WIB

Kemkomdigi dan Polri Perkuat Sinergi Berantas Kejahatan Digital

Dokumen Asli Tak Tersedia, Forensik Independen Tetap Bisa Mengkaji Salinan

27 Okt 2026 - 18:30 WIB

Dokumen Asli Tak Tersedia, Forensik Independen Tetap Bisa Mengkaji Salinan

Tri Adhianto Serahkan 600 Sertifikat Tanah PTSL kepada Warga Kota Bekasi

27 Okt 2026 - 14:11 WIB

Tri Adhianto Serahkan 600 Sertifikat Tanah PTSL kepada Warga Kota Bekasi
Trending di News