MATRASNEWS, SEMARANG – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah secara resmi telah mengajukan permohonan kepada Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) agar Gunung Slamet ditetapkan sebagai Taman Nasional.
Langkah ini mengemuka menyusul temuan dan sorotan terhadap aktivitas di lereng gunung tersebut.
Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, menegaskan bahwa permohonan tersebut sedang dalam proses. “Sebagian besar izin tambang yang ada diterbitkan sebelum masa jabatan saya,” ujarnya, membedah isu perizinan.
Kepala Dinas ESDM Jateng, Agus Sugiharto, memberikan klarifikasi lebih detail. Menurutnya, terdapat lima izin tambang skala kecil di sekitar Gunung Slamet, namun semuanya dipastikan berada di luar kawasan hutan lindung.
Ia juga merespons foto Google Earth yang viral, menyatakan bahwa citra tersebut bukan menunjukkan aktivitas tambang, melainkan bekas eksplorasi panas bumi oleh PT Sejahtera Alam Energi pada 2017. “Kegiatan sudah dihentikan sejak 2023 dan areanya telah direhabilitasi di bawah pengawasan Gakkum KLHK,” jelas Agus.
Rencana penetapan status Taman Nasional ini menuai pro dan kontra, memunculkan berbagai pertimbangan dampak.
Di satu sisi, sejumlah pihak mengkhawatirkan dampak sosial ekonomi bagi masyarakat setempat.
Beberapa studi, termasuk dari IPB dan STPN, mengidentifikasi potensi risiko seperti pembatasan akses dan ruang hidup warga, masalah pada lahan garapan, penurunan penghasilan, serta kerumitan perizinan yang dapat menyisihkan masyarakat lokal dari manfaat ekonomi, termasuk wisata.
Di sisi lain, KLHK dan berbagai kajian konservasi menilai penetapan Taman Nasional akan membawa dampak positif jangka panjang.
Manfaat yang diharapkan mencakup perlindungan lebih optimal terhadap hutan, keanekaragaman hayati, dan sumber air, pencegahan aktivitas pertambangan serta perusakan skala besar, dan terciptanya kelestarian lingkungan.
Status ini juga membuka peluang pengembangan wisata alam berkelanjutan dan menjadi warisan alam untuk generasi mendatang.
Hingga berita ini diturunkan, keputusan final dari KLHK masih ditunggu. Proses ini akan menjadi ujian penting dalam menyeimbangkan tujuan konservasi lingkungan dengan keberlanjutan sosial ekonomi masyarakat sekitar.
Cek Berita lain di Google News











