Menu

Mode Gelap
60 Ribu Calon Mahasiswa Baru Tidak Daftar Ulang Pelabuhan Patimban Buka Babak Baru sebagai Gerbang Logistik Global SOIna: Gelar Penggalangan Dana untuk Atlet Disabilitas Matras News dan Pullman Jakarta Central Park Perkuat Sinergi Media Jakarta Gaungkan SDGs Lewat Museum, Target 2030 Makin Dekat Pertamina Patra Niaga Kerek Turun Harga Bright Gas, Insentif Konsumen di Tengah Dinamika Pasar

Seni & Budaya

Pengelolaan Museum dan Cagar Budaya Jadi Prioritas Pembahasan Mendikbudristek di Paris

badge-check

Pengelolaan Museum dan Cagar Budaya Jadi Prioritas Pembahasan Mendikbudristek di Paris Perbesar

Matras News, Seni dan Budaya – Dalam rangkaian kunjungan kerjanya di Paris, Prancis, Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Anwar Makarim memperkenalkan kepada sejumlah institusi permuseuman dan warisan budaya ternama  tentang rencana Kemendikbudristek membentuk Badan Layanan Umum Museum dan Cagar Budaya (BLU MCB).

“Kita banyak bertukar pikiran dengan pihak Prancis sebagai salah satu negara dengan pengelolaan museum dan warisan budaya terbaik di dunia. Setelah dijelaskan tentang BLU MCB, banyak dari institusi tersebut berminat kerja sama,” jelas Menteri Nadiem.

Sejak tahun 2022, Kemendikbudristek  telah mengkonsolidasikan museum dan situs cagar budaya milik pemerintah ke dalam satu badan, yakni BLU MCB. Konsolidasi tersebut mendukung prioritas pemerintah dalam pelestarian dan peningkatan warisan budaya.

“BLU MCB nantinya akan memfasilitasi sinergi antara pelestarian, pemanfaatan, dan pengelolaan koleksi melalui penelitian dan pengembangan yang bertujuan untuk meningkatkan kebermanfaatan bagi masyarakat,” jelas Mendikbudristek kepada berbagai institusi yang ditemuinya secara terpisah.

Berbagai potensi kerja sama dibahas Mendikbudristek. Antara lain terkait manajemen koleksi dan kuratorial, program publik, program pendidikan tenaga permuseuman dan cagar budaya, kemitraan, dan dukungan transformasi insitusional.

Direktur Institut Nasional untuk Warisan Budaya, Charles Personaz mengungkapkan, “Kita sangat tertarik bekerja sama dengan Indonesia. Indonesia sangat berarti dalam peradaban dunia. Jadi kita perlu memikirkan program bersama untuk melatih tenaga permuseuman.”

Presiden Museum Guimet, museum dengan koleksi Asia terbanyak di Eropa, Yannick Lintz mengatakan, “Kita dapat melakukan banyak hal bersama. Bagi kami kerja sama dengan Indonesia sangatlah penting. Terima kasih atas visi Anda (Mendikbudristek) untuk perbaikan pengelolaan museum dan cagar budaya.”

Setidaknya ada enam institusi Prancis yang ditemui delegasi Indonesia, yakni institut warisan budaya nasional, asosiasi museum dengan projek khusus, asosiasi museum Kota Paris,  museum koleksi Asia Guimet, museum seni modern Palais de Tokyo, dan asosiasi museum nasional. (*)

Komentar ditutup.

Baca Lainnya

Jakarta Gaungkan SDGs Lewat Museum, Target 2030 Makin Dekat

16 Juli 2026 - 01:13 WIB

Kriyaan Lansia Bekasi 2026: Bukti Nyata Ruang Berdaya bagi Generasi Emas

9 Juli 2026 - 00:01 WIB

Kriyaan Lansia Bekasi 2026 Bukti Nyata Ruang Berdaya bagi Generasi Emas

Estoria Creative Gelar “Perayaan Rasa dari Timur”, Angkat Kekayaan Budaya NTT di Tengah Jakarta

4 Juli 2026 - 06:12 WIB

APPBI Gelar Pameran Puspa Nuswantara 2026

2 Juli 2026 - 12:04 WIB

Calung Komedi Oke Garut PasKi Jabar Tampil Memukau di Jakalcer Fest

28 Juni 2026 - 05:15 WIB

Trending di Seni & Budaya