MATRASNEWS, JAKARTA – Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi), Meutya Hafid, menekankan peran strategis perempuan dalam ekosistem digital sebagai penggerak ekonomi dan garda terdepan literasi serta perlindungan keluarga, khususnya anak-anak, dari risiko dunia maya.
Pernyataan itu disampaikan dalam acara She-Connects bertajuk “Perempuan Terkoneksi Penggerak Ekonomi Negeri” di Pusat Perfilman Usmar Ismail, Jakarta, Kamis (15/1/2026).
“Kita sedang ingin menaikkan literasi dan keaktifan perempuan di ranah digital. Ketika aktif, kita ingin perempuan-perempuan itu berdaya, baik untuk memperkuat ekonomi keluarga, meningkatkan kecerdasan edukasi, maupun dalam melindungi keluarganya,” tegas Meutya.
Menkomdigi menyoroti tantangan serius perlindungan anak di era digital, mengingat anak-anak sebagai digital native yang terpapar gawai sejak dini. “Gadget dan digital masuk ke ranah sangat pribadi, yaitu di rumah, di kamar. Challenge untuk orang tua mengawasi menjadi amat sangat sulit,” ujarnya.
Ia memaparkan data menguatkan bahwa 46% anak usia 8–17 tahun pernah tertipu secara daring (Siber Internet Center), sementara 42% anak pernah mengalami rasa tidak nyaman di ruang digital (UNICEF Indonesia 2025). “Hampir setengah dari anak-anak yang masuk ke ranah digital pernah mengalami penipuan daring,” jelas Meutya.
Oleh karena itu, keterlibatan komunitas perempuan dinilai krusial. “Dari mulut ke mulut dengan kekuatan emak-emak, ibu-ibu, itulah yang bisa membantu mengedukasi perempuan lainnya,” tegasnya.
Dirjen Komunikasi Publik dan Media Kemenkomdigi, Fifi Aleyda Yahya, menyatakan She-Connects merupakan komitmen berkelanjutan pemerintah. “Perempuan-perempuan itu kalau dikumpulkan, energinya luar biasa. Melalui She-Connects, kami mendorong agar perempuan tidak hanya sebagai pengguna, tapi juga pelaku dan penggerak ekonomi digital,” papar Fifi.
Acara ini menghadirkan berbagai komunitas perempuan, pelaku UMKM digital, kreator konten, dan perwakilan platform digital, sebagai upaya memperkuat ekosistem ekonomi digital yang inklusif dan aman.
Cek Berita lain di Google News











