MATRASNEWS, BEKASI – Sebuah ekosistem musik bernama Specteve tidak lahir dari rencana besar yang matang di atas kertas. Ia tumbuh dari kebiasaan sederhana, berkumpul, bernyanyi, dan merayakan musik tanpa jarak.
Di bawah naungan Upgradecreative, fondasi itu pertama kali dibangun lewat “Nyabar” (Nyanyi Bareng), sebuah format karaoke yang mengutamakan keintiman dan kejujuran kolektif.
Tiga volume “Nyabar” dijalani bukan sekadar sebagai rangkaian acara, melainkan proses membaca peta audiens Bekasi. Dari situlah diketahui bagaimana warga menikmati musik dan bagaimana sebuah ruang bisa terasa hidup tanpa harus megah.
Transformasi kemudian menjadi keniscayaan. “Kota Distoria” hingga “B-Town Night” menandai pergeseran dari sekadar bernyanyi bersama menuju pengalaman audio yang lebih kuratif. DJ set mulai mengambil peran, membaurkan nostalgia dengan eksplorasi.

Pada fase ini, identitas memang belum sepenuhnya terbentuk, namun justru di situlah kekuatannya: keberanian mencoba dan membiarkan publik ikut membentuk arah.
Memasuki “Listen to High” hingga “Mendadak Pensi Malam”, spektrum musikal Specteve semakin melebar. Hip-hop mulai masuk, energi penonton berubah, dan ruang-ruang berkumpul mulai terasa seperti ekosistem kecil.











