Menu

Mode Gelap
Wamen Ekraf Dukung Industri Musik Lewat Indonesian Idol Kokola Group Salurkan Sapi Limosin untuk Qurban Bagikan Bubur Gratis, Hotel 88 Bekasi Tebar Kepedulian Hari Kelima Korban Hanyut di Kali Bekasi Ditemukan Tutup Usia Airbnb Kini Tawarkan Layanan Jemput Bandara Hingga Titip Koper untuk Liburan Anti Ribet Wayang Kulit, Gamelan, dan Saxophone Tampil Memukau di University of California Riverside

Hiburan

Perjalanan Organik Specteve dari Nyanyi Bareng hingga Panggung Raya

badge-check


					Keterangan FOTO: Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, Pendiri Specteve, Muhammad Calvin, serta Tokoh Muda Kota Bekasi, Jeffry Hendratmo Perbesar

Keterangan FOTO: Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, Pendiri Specteve, Muhammad Calvin, serta Tokoh Muda Kota Bekasi, Jeffry Hendratmo

Lalu “Glow Light” dan “Electric Nights” menjadi fase akselerasi rock kolektif bertemu DJ set, hingga band-band lokal lintas genre mulai berdiri di panggung yang sama. Bukan lagi sekadar event, melainkan pernyataan bahwa Bekasi memiliki suara.

Puncak fase pencarian itu tercermin dalam “Kita Cari Ruang” dan “Bike Beat”. Di sini, Specteve tidak hanya berbicara soal musik, tetapi juga identitas kota. Komunitas motor custom, kultur koplo, hip-hop, hingga sesi talkshow hadir sebagai elemen pengikat.

Narasinya menjadi lebih dalam tentang siapa yang dirayakan, dari mana berasal, dan bagaimana ruang itu seharusnya dimiliki bersama.

Di balik perjalanan tersebut, ada satu benang merah konsisten visi Muhammad Calvin. Sejak 2023, ia tidak hanya berperan sebagai festival director secara teknis, tetapi juga sebagai kurator rasa.

Calvin membaca denyut kota yang kerap luput bahwa Bekasi bukan sekadar kota penyangga, melainkan ruang dengan identitas kultural yang terus tumbuh.

Langkah besar mulai terlihat saat rangkaian showcase 2025 digelar. Dari “Melodi Pasien” yang menghadirkan Rumahsakit bersama Jimi Multhazam di Bekasi, hingga “Distraksi Ruang Hampa” bersama Efek Rumah Kaca dan Danilla Riyadi di Jakarta.

Perjalanan berlanjut ke Bandung lewat “Visible Time” yang mempertemukan The SIGIT dan Denisa. Setiap kota membawa energi berbeda, namun satu kesamaan, Specteve mulai berbicara dalam skala yang lebih luas.

Puncaknya, pada 1 November 2025, Parking Ground Revo Mall Bekasi menjadi titik kulminasi. Nama-nama seperti Sore, Monkey to Millionaire, Ada Band, Perunggu, FSTVLST, hingga The SIGIT tampil dalam satu tema besar:

“Celebration of Us”. Sebuah perayaan yang bukan hanya tentang deretan pemain, tetapi tentang perjalanan kolektif yang akhirnya menemukan bentuknya.

Ikuti berita terkini di Google News, klik di sini.

 

Baca Lainnya

Wamen Ekraf Dukung Industri Musik Lewat Indonesian Idol

30 Mei 2026 - 12:01 WIB

Melawan Arus, Alika Shafira Rilis EP Bertajuk Tentang Diriku

25 Mei 2026 - 01:35 WIB

Melawan Arus, Alika Shafira Rilis EP Bertajuk Tentang Diriku

Nonton myBCA International Java Jazz Festival 2026 dapat Layanan Shuttle Gratis

12 Mei 2026 - 00:09 WIB

200 Talenta Tampil di Asia Arts Festival 2026

27 April 2026 - 00:50 WIB

Justin Bieber Comeback di Coachella 2026, Bawa Laptop dan Nostalgia

16 April 2026 - 00:01 WIB

Trending di Hiburan