MATRASNEWS, JAKARTA — Persatuan Ojek Motor Mobil Seluruh Indonesia (POMMSI) kembali menggerakkan roda organisasi setelah sempat vakum selama beberapa tahun. Para pendiri, pengurus, dan anggota melakukan konsolidasi pada 2026 untuk menyusun kepengurusan baru sekaligus memperluas cakupan organisasi.
Berawal dari POMSI
Perjalanan organisasi ini bermula pada 25 Februari 2005. Saat itu, Eddy Hartawan Siswono, Johnny Korneles, dan Frans Tumengkol menggagas Persatuan Ojek Motor Seluruh Indonesia (POMSI).
POMSI kemudian membangun jaringan pengemudi di sejumlah daerah. Menurut pihak organisasi, jumlah anggota pernah mencapai sekitar 341 ribu orang.
Namun, aktivitas organisasi kemudian meredup akibat kesibukan pengurus dan anggota. Kondisi tersebut membuat sejumlah kegiatan organisasi tidak berjalan secara aktif selama beberapa tahun.
Konsolidasi pada 2026
Para tokoh organisasi kembali bertemu pada 2026 untuk mengaktifkan kembali jaringan POMSI. Rapat koordinasi menjadi forum untuk mengevaluasi perjalanan organisasi sekaligus menentukan arah baru kepengurusan.
Dalam rapat tersebut, organisasi menyepakati perubahan nama menjadi Persatuan Ojek Motor Mobil Seluruh Indonesia (POMMSI). Pengurus juga menyusun struktur organisasi untuk periode 2026-2031.
Perubahan nama membawa konsekuensi pada cakupan organisasi. POMMSI tidak lagi hanya berfokus pada pengemudi ojek motor, tetapi juga membuka ruang bagi pengemudi mobil.
Memperluas Jaringan Pengemudi
Konsolidasi POMMSI tidak berhenti pada perubahan nama. Pengurus menempatkan pembenahan struktur dan administrasi sebagai agenda awal untuk menghidupkan kembali organisasi.
POMMSI juga menargetkan penguatan jaringan di daerah. Organisasi ingin merangkul kembali anggota lama sekaligus membuka keanggotaan bagi pengemudi motor dan mobil di berbagai wilayah Indonesia.
Langkah tersebut menunjukkan upaya organisasi menyesuaikan diri dengan perubahan ekosistem transportasi dan komunitas pengemudi.
Bagi POMMSI, perubahan nama menjadi momentum untuk membangun kembali organisasi dengan cakupan lebih luas. Periode kepengurusan 2026-2031 menjadi fase penting untuk menguji sejauh mana konsolidasi mampu menghidupkan jaringan yang pernah berkembang secara nasional.
Ikuti berita terkini di Google News











Komentar ditutup.