Menu

Mode Gelap
KCIC Hadirkan Promo Ramadan, Tarif Whoosh Flat Rp200 Ribu untuk Rombongan Rektor UI Tegaskan Masuk Kampus Tak Cukup Bermodal Kaya, Hanya 1 Persen yang Diterima Universitas Paramadina: Pasar Modal Indonesia Butuh Reformasi Tata Kelola Duka Mendalam BKSDA Aceh Terkait Musibah Warga Meninggal Akibat Interaksi Negatif Manusia dan Gajah di Bener Meriah ShopeePay dan SeaBank Apresiasi 36 Agen Perubahan di Tengah Tantangan Literasi Keuangan Mahasiswa Gegara Truk Besar Lewat Jalan Caringin Kota Bekasi Rusak Parah

Seni

Perjalanan Sang Legenda

badge-check


					Perjalanan Sang Legenda Perbesar

Matrasnews.com , Jakarta – Fariz mengawali kariernya sejak berusia 12 tahun. Ia membentuk Young Gipsy bersama Debby Nasution dan Odink Nasution. Fariz juga bekerja sama dengan Addie M.S., Adjie Soetama, dan Iman R.N. untuk membuat operet di acara perpisahaan sekolahnya.

Pria kelahiran Jakarta, 5 Januari 1959 ini memang lahir dari keluarga pemusik dari pasangan Rustam Munaf dan Anna Reijnenberg yang merupakan pasangan asal Minangkabau

Fariz Rustam Munaf atau lebih akrab disapa Fariz RM adalah seorang musikus dan penyanyi senior tanah air. Namanya melambung di era 80-an. Beberapa karyanya yang terkenal yaitu Barcelona, Nada Kasih, Panggung Perak, dan Sakura. Hingga saat ini, lagu-lagu ciptaan Fariz pun masih sering dinyanyikan penyanyi lain.

Sang ayah berprofesi sebagai penyanyi di RRI, sedangkan ibunya merupakan pelatih piano. Fariz sudah akrab dengan dunia musik sejak kecil. Selain belajar piano dari sang ibu, ia juga dilatih oleh Sunarto Sunaryo dan Prof. Charlotte Sutrisno JP.

Fariz menjajal kemampuannya di Lomba Cipta Lagu Remaja yang diadakan Radio Prambors. Langkah pertamanya ini berhasil membawanya duduk manis di urutan ketiga. Tawaran band pun mulai datang menghampirinya.

Fariz mengawali kariernya sejak berusia 12 tahun. Ia membentuk Young Gipsy bersama Debby Nasution dan Odink Nasution. Fariz juga bekerja sama dengan Addie M.S., Adjie Soetama, dan Iman R.N. untuk membuat operet di acara perpisahaan sekolahnya.

Karier profesionalnya diawali tahun 1977, bersama Adjie Soetama, Raidy Noor, Addie MS, dan Ikang Fawzi yang juga telah berteman dengan Fariz sejak duduk di bangku SMAN 3 Jakarta.

Fariz menjajal kemampuannya di Lomba Cipta Lagu Remaja yang diadakan Radio Prambors. Langkah pertamanya ini berhasil membawanya duduk manis di urutan ketiga. Tawaran band pun mulai datang menghampirinya.

Beberapa Album sejak tahun 1979 sampai tahun 2012 pada eranya dan sampai saat ini masih di kagumi oleh pencinta musik tanah air yaitu.
Selangkah ke Seberang (1979)
Sakura (1980)
Panggung Perak (1981)
Peristiwa 77-81 (1982)
Fariz & Mustaka (1983)
Peristiwa 81-84 (1984)
Musik Rasta (1985)
Do Not Erase (1987)
Living in the Western World (1988)
Hitz! (1989)
Fashionova (1989)
Cover Ten (1990)
Balada (1992)
Romantic (1993)
Dongeng Negeri Cinta (1996)
Super Medley (1997)
Kronologi (1998)
Dua Dekade (2001)
Mix! (2002)
Curse on Cozmic Avenue (2006)
Fenomena (2012)

Serta beberapa album duet , kompilasi dan grup.

  • FY , Matrasnews.com

Baca Lainnya

Indonesia Glass Art Festival Gubah Kaca Nusantara 2022 Pameran Arsip & Seni Kaca

3 November 2022 - 00:10 WIB

Indonesia Glass Art Festival Gubah Kaca Nusantara 2022 Pameran Arsip Seni Kaca

Joget Dangdut Ala Marc Marquez di Iringi Alat Musik Angklung

20 Maret 2022 - 06:34 WIB

WhatsApp Image 2022 03 20 at 06.14.18

HUT ke 5, AmPm Umumkan Perilisan Album Baru, Remix Single Best Part of US sekaligus NFT!

17 Maret 2022 - 00:13 WIB

WhatsApp Image 2022 03 16 at 22.16.23

Seniman Otodidak Mengubah Kecoa Mati Menjadi Karya Seni Lukis

10 Maret 2022 - 00:43 WIB

241446279 2347899712011750 3089377025527032360 n

3 Sutradara Muda Badung Turut Mendorong Kebangkitan Ekonomi Lewat Film

15 Februari 2022 - 00:07 WIB

Whats App Image 2022 02 14 at 16 49 31 37067cd882
Trending di Seni
error: Matras News