* Pengecoran jalan lingkungan sepanjang 823 meter.
* Pembangunan saluran air sepanjang 913 meter untuk meminimalisir risiko banjir.
*Renovasi 15 unit Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) guna meningkatkan kualitas hidup masyarakat prasejahtera.
Selain itu, program ini juga mengusung agenda non-fisik yang komprehensif, mulai dari penyuluhan bela negara, Kamtibmas, hingga edukasi sektor produktif seperti perikanan dan peternakan.
Program nasional seperti penurunan angka stunting melalui Posyandu dan penyediaan akses air bersih lewat program unggulan Kasad, “TNI Manunggal Air Bersih”, juga menjadi prioritas utama.
Sementara, Wali Kota Bekasi, Dr. Tri Adhianto Tjahyono, dalam sambutannya memberikan apresiasi tinggi terhadap kolaborasi ini. Ia menyebut TMMD selaras dengan upaya pemerintah daerah dalam menangani persoalan perkotaan, termasuk pengelolaan sampah modern dan pengendalian banjir.
”Pemerintah Kota Bekasi sedang mendorong pembangunan 2.000 sumur resapan dan percepatan renovasi RTLH melalui sinergi APBD serta CSR.
Kehadiran TMMD mempercepat langkah kami dalam mencapai target RPJMD dan meningkatkan kualitas lingkungan bagi warga,” tutur Tri Adhianto.
Dandim 0507/Bekasi berharap masyarakat terlibat aktif dalam setiap tahapan kegiatan agar hasil pembangunan dapat dirasakan manfaatnya dalam jangka panjang.
Dengan dimulainya TMMD ke-128, Kota Bekasi optimistis pembangunan yang merata dapat terwujud melalui sinergi kuat antara TNI, pemerintah, dan rakyat.
Ikuti berita terkini di Google News, klik di sini.











