Menu

Mode Gelap
WaterBoom Lippo Cikarang Hadirkan Paket Splash and Snack Deal, Liburan Air Plus Cemilan Adira Finance Luncurkan HASANAH, Solusi Pembiayaan Syariah untuk Porsi Haji Plus di Adira Expo Solo Wamen Ekraf Bahas Kolaborasi Ekonomi Kreatif Indonesia-Korea Selatan Bersama KBRI Seoul Menpar Paparkan Rencana Kerja 2026 dan Capaian Pariwisata 2025 di Hadapan Komisi VII DPR Terdampak Banjir, Warga Kelurahan Harapanmulya Bangun Dapur Umum Primaya Hospital Bekasi Timur Ditunjuk sebagai Mitra Medis Resmi KONI Kota Bekasi untuk Porprov Jabar 2026

News

PLN Buka Suara Soal Pemulihan Listrik Aceh yang Tertunda


					PLN Buka Suara Soal Pemulihan Listrik Aceh yang Tertunda Perbesar

MATRASNEWS, ACEH – PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) akhirnya menyampaikan penjelasan resmi mengenai lambatnya pemulihan pasokan listrik di sejumlah wilayah di Aceh pascabanjir. Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, secara terbuka meminta maaf kepada masyarakat karena sistem kelistrikan di sejumlah titik terdampak belum dapat berfungsi sepenuhnya.

Permintaan maaf itu disampaikan Darmawan dalam konferensi pers di Banda Aceh, Selasa (9/12). Ia juga mengoreksi data sebelumnya yang mengindikasikan pemulihan hampir tuntas. “Kami akui, data sebelumnya yang menyebut pemulihan mendekati tuntas ternyata tidak sepenuhnya akurat. Kami memohon maaf atas ketidaktepatan informasi ini,” ujarnya.

Darmawan menjelaskan, tim teknis PLN di lapangan menghadapi kendala yang jauh lebih berat dari perkiraan awal. Kerusakan infrastruktur listrik ternyata lebih parah, akses ke sejumlah lokasi masih terputus, dan kondisi medan yang ekstrem pascabanjir memperlambat proses perbaikan.

Majalah Matras scaled

“Sejumlah gardu induk, gardu distribusi, dan jaringan tegangan menengah maupun rendah mengalami kerusakan parah dan terendam. Ini membutuhkan penanganan bertahap, tidak bisa serta merta dipulihkan sekaligus,” papar Darmawan.

Menghadapi tantangan tersebut, PLN memastikan telah mengerahkan seluruh sumber daya untuk akselerasi perbaikan. Upaya itu meliputi penambahan personel teknis dari wilayah lain, pendatangan peralatan berat dan suku cadang, serta pengerahan tim khusus yang bekerja siang dan malam.

“Kami pastikan, pemulihan total listrik di Aceh adalah prioritas utama kami saat ini. Seluruh sumber daya kami alihkan untuk mendukung proses ini,” tegas Darmawan.

Sebagai bentuk komitmen terhadap transparansi, Darmawan berjanji akan memberikan pembaruan data perkembangan perbaikan yang lebih akurat dan dapat dipertanggungjawabkan kepada publik. Ia juga mengharapkan pengertian dan kesabaran masyarakat Aceh yang masih terdampak.

“Kami memahami ketidaknyamanan dan kesulitan yang dialami masyarakat. Kami berharap masyarakat dapat bersabar sembari kami bekerja keras menyelesaikan masalah ini. Kami berkomitmen untuk terus memperbarui informasi yang akurat,” tutupnya.

Pernyataan resmi dari pucuk pimpinan PLN ini diharapkan dapat memberikan kejelasan sekaligus mengelola ekspektasi publik setelah muncul keluhan dari sejumlah wilayah yang masih gelap gulita pascabanjir.

Cek Berita lain di Google News

Baca Lainnya

Wamen Ekraf Bahas Kolaborasi Ekonomi Kreatif Indonesia-Korea Selatan Bersama KBRI Seoul

24 Januari 2026 - 02:29 WIB

Wamen Ekraf Bahas Kolaborasi Ekonomi Kreatif Indonesia-Korea Selatan Bersama KBRI Seoul

Menpar Paparkan Rencana Kerja 2026 dan Capaian Pariwisata 2025 di Hadapan Komisi VII DPR

24 Januari 2026 - 02:25 WIB

Menpar Paparkan Rencana Kerja 2026 dan Capaian Pariwisata 2025 di Hadapan Komisi VII DPR

Terdampak Banjir, Warga Kelurahan Harapanmulya Bangun Dapur Umum

24 Januari 2026 - 02:20 WIB

Terdampak Banjir, Warga Kelurahan Harapanmulya Bangun Dapur Umum

Perluas Akses dan Tekan Kesalahan, Bappenas Dorong Transformasi Digital Penyaluran Bansos

23 Januari 2026 - 03:23 WIB

Begini Cara Mendapatkan Bansos PKH

Tidak Tersentuh Pematusan, Ketua Fraksi PKB Minta Jadi Perhatian Serius Walkot dan Dinas Terkait

23 Januari 2026 - 03:13 WIB

Tidak Tersentuh Pematusan, Ketua Fraksi PKB Minta Jadi Perhatian Serius Walkot dan Dinas Terkait
Trending di News
error: Matras News