MatrasNews, Jakarta – Tingginya dana Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang mengendap di perbankan pada pertengahan tahun disebabkan oleh pola belanja yang terkonsentrasi pada kuartal akhir. Hal ini diungkapkan oleh pejabat terkait menanggapi laporan posisi dana pemda di perbankan.
Gubernur DKI Jakarta, Pramono, dari Biro Komunikasi, menjelaskan bahwa pengeluaran anggaran DKI cenderung meningkat signifikan pada triwulan IV setiap tahun. Lonjakan ini terjadi seiring dengan pembayaran proyek pembangunan dan kegiatan layanan publik yang umumnya rampung serta dibayarkan pada bulan November dan Desember.
Pernyataan senada disampaikan oleh Asisten Perekonomian dan Keuangan Sekda DKI Jakarta, Suharini Eliawati. Eli, sapaan akrabnya, menegaskan bahwa penumpukan dana tersebut bukanlah strategi untuk mencari keuntungan dari bunga bank.
“Hal ini berkaitan dengan pola belanja Pemda, termasuk Pemprov DKI, yang mengalami akselerasi pembayaran pada triwulan terakhir,” jelas Eli melalui siaran pers resmi beberapa waktu lalu. Ia menambahkan bahwa kondisi ini murni merupakan efek dari siklus belanja yang memang terkonsentrasi dan mengalami lonjakan di akhir tahun.
Dengan demikian, tingginya dana tengah tahun di perbankan mencerminkan fase dalam siklus anggaran, bukan kebijakan penempatan dana yang disengaja.
Cek Berita lain di Google News

https://demo.pojoksoft.com/kibaran/wp-content/uploads/2024/01/230313-ayla2-160x600-v2.jpg










