Menu

Mode Gelap
Mengenal Lebih Deket Chef William Wongso di Aryaduta Menteng Universitas Paramadina dan KAS Latih Kapasitas Kepemimpinan 30 Guru Perempuan Malang Harper Cikarang Sukses Gelar Wedding Open House Sukses Samsung Memberdayakan Generasi Muda untuk Ikut Menciptakan Pengajaran di Era Digital: Dari Akses ke Peran Aktif Wamen Ekraf Dorong Kolaborasi Musik Indonesia–Korea Selatan Kokoon Hotel Surabaya Perkenalkan Budaya Lokal kepada Siswa Jakarta Nanyang School

News

Prambanan Shiva Festival Perkuat Daya Tarik Destinasi Wisata Religi di Yogyakarta

badge-check


					Prambanan Shiva Festival Perkuat Daya Tarik Destinasi Wisata Religi di Yogyakarta Perbesar

MATRASNEWS, YOGYAKARTA – Wakil Menteri Pariwisata (Wamenpar) Ni Luh Puspa mengatakan acara Prambanan Shiva Festival diharapkan mampu memperkuat daya tarik Candi Prambanan sebagai salah satu destinasi wisata religi unggulan di Daerah Istimewa Yogyakarta.

Hal itu dikatakan Wamenpar dalam pembukaan Prambanan Shiva Festival di kawasan Candi Prambanan, Sleman, Sabtu, 17 Januari 2026. Menurut Wamenpar Ni Luh, festival ini digelar dalam rangka menyambut hari suci Shiwaratri yang diperingati umat Hindu dan rangkaian festival ini akan ditutup dengan upacara Mahashivaratri pada 15 Februari 2026.

Prambanan Shiva Festival yang untuk pertama kalinya digelar ini menjadi tonggak penting transformasi Candi Prambanan, dari sekadar situs warisan budaya dunia menjadi ruang spiritual yang hidup dan terbuka bagi umat serta wisatawan dari berbagai penjuru.

Pada hari Shiwaratri, umat Hindu melaksanakan upacara pemujaan kepada Dewa Shiwa yang dimaknai sebagai momentum perenungan mendalam, introspeksi diri, serta permohonan pengampunan. Ni Luh mengatakan, perayaan ini menjadi kesempatan penting untuk meneguhkan peran Candi Prambanan tidak hanya sebagai warisan budaya dunia, tetapi juga sebagai pusat ibadah umat Hindu di Indonesia.

“Dari sisi kepariwisataan, kami berharap kegiatan ini dapat meningkatkan kunjungan wisatawan mancanegara maupun wisatawan nusantara ke Candi Prambanan,” ujar Ni Luh, dikutip dari siaran pers Kemenpar, Minggu, 18 Januari 2026.

Ia menegaskan Shiwaratri bukan sekadar perayaan seremonial, melainkan ruang kontemplasi untuk menguatkan keteguhan diri, menata batin, dan melatih pengendalian diri melalui tapa brata. Lebih jauh, upacara ini dapat menjadi landasan dalam mewujudkan pariwisata berkarakter yang menghadirkan nilai-nilai spiritual dan kebudayaan yang lebih mendalam dalam pengalaman wisata.

“Pariwisata berbasis spiritualitas tidak hanya berfokus pada eksplorasi fisik destinasi, tetapi juga pada perenungan diri, keseimbangan batin, serta hubungan yang harmonis dengan lingkungan dan budaya setempat,” katanya.

Ni Luh juga menilai perayaan Shiwaratri di Candi Prambanan merepresentasikan kekuatan pariwisata Indonesia di mata dunia, yang bukan hanya mengandalkan keindahan alam, tetapi juga kekayaan warisan budaya yang hidup, dirawat, dipahami, dan dihormati.

Sementara itu, Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Wisnu Bawa Tenaya menekankan bahwa makna universal ajaran Shiwa menjadi dasar pelaksanaan festival yang sejalan dengan semangat moderasi beragama.

“Nilai-nilai Shiwa mengajarkan keseimbangan antara cipta, rasa, dan karsa. Festival ini merayakan kesadaran yang menyatukan manusia, alam, dan Tuhan dalam satu harmoni. Ini merupakan bentuk nyata moderasi beragama yang menggabungkan nilai keagamaan, budaya, dan edukasi dalam ruang dialog yang damai dan berperan penting dalam membangun harmoni sosial,” tutur Wisnu.

Ribuan umat Hindu tampak memadati kawasan Candi Prambanan, mengikuti rangkaian persembahyangan dengan khidmat di tengah latar kemegahan candi dan nuansa sakral yang menyelimuti kawasan. Perpaduan ritual keagamaan, seni budaya, dan tata cahaya menghadirkan pengalaman spiritual yang mendalam, sekaligus memperlihatkan kemegahan festival perdana ini.

Dalam kegiatan tersebut, Wamenpar Ni Luh didampingi Deputi Bidang Pemasaran Kemenpar Ni Made Ayu Marthini, Asisten Deputi Bidang Event Nasional Kemenpar Ni Komang Ayu Astiti, serta Direktur Utama Badan Otorita Borobudur Agustin Peranginangin. Hadir pula Wakil Menteri Kebudayaan Giring Ganesha.

Sebelum menghadiri rangkaian kegiatan Prambanan Shiva Festival, Wamenpar Ni Luh mengunjungi Kampung Wisata Purbayan di Kota Yogyakarta. Dalam kunjungan tersebut, ia melihat langsung kekayaan arsitektur tradisional khas Keraton Kesultanan Yogyakarta serta menyaksikan proses pembuatan kerajinan perak dan batik.

Pada Minggu, 18 Januari 2026, Ni Luh melanjutkan kunjungan ke Desa Wisata Hargotirto di Kabupaten Kulonprogo. Di lokasi ini, ia meninjau sentra produksi gula semut serta proses pengerjaan batik yang menjadi bagian dari penguatan ekonomi kreatif berbasis desa wisata.

 

Cek Berita lain di Google News

Baca Lainnya

Pemprov DKI Terbitkan Pergub Efisiensi Energi dan Air untuk Kendalikan Perubahan Iklim dan Tekan Penggunaan Air Tanah

7 Februari 2026 - 01:47 WIB

Pemprov DKI Terbitkan Pergub Efisiensi Energi dan Air untuk Kendalikan Perubahan Iklim dan Tekan Penggunaan Air Tanah

Lebih dari 10 Juta Peserta BPJS Kesehatan PBI Dinonaktifkan

7 Februari 2026 - 01:39 WIB

Lebih dari 10 Juta Peserta BPJS Kesehatan PBI Dinonaktifkan

Dugaan Pungli Terstruktur Warnai SMAN 4 Kota Bekasi

6 Februari 2026 - 22:50 WIB

IMG 20260206 WA0026

Waduh, Pegawai DJP dan Bea Cukai Kena OTT Lagi, Ini Kata Purbaya

6 Februari 2026 - 00:52 WIB

Waduh Pegawai DJP dan Bea Cukai Kena OTT Lagi Ini Kata Purbaya 1

Menpar Sampaikan Kinerja Pariwisata 2025 Tumbuh Positif dan Lampaui Target di Hadapan DPR

6 Februari 2026 - 00:33 WIB

Menpar Sampaikan Kinerja Pariwisata 2025 Tumbuh Positif dan Lampaui Target di Hadapan DPR
Trending di News
error: Matras News