MATRASNEWS, JAKARTA – Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, mengungkapkan bahwa tiang monorel mangkrak di Jalan HR Rasuna Said sempat menarik minat komunitas Madura untuk mengambil alih, sebelum akhirnya dibongkar oleh Pemprov DKI.
Hal tersebut disampaikannya dengan berkelakar dalam acara Go Live Ceremony ERP Fusion PAM Jaya di Duren Sawit, Jakarta Timur, Kamis (15/11/2026).
“Sebetulnya saya sudah berbisik sama Pak Gubernur, ‘Mas, kalau mau kasih sama Madura, dapat duit kita ini’. Serius. Wah Bang, ini bukan punya kita. Bukan, daripada kita keluar duit, udahlah, kita borongin sama Madura. Kita dapat duit,” ujar Rano diikuti tawa hadirin.
Menurut Rano, komunitas Madura bahkan pernah mengirimkan surat resmi untuk menyatakan ketertarikan. Namun, sebelum surat ditindaklanjuti, sebagian tiang justru sudah lebih dulu hilang.
“Ini sudah 21 tahun dibiarkan. Sudah ada korban juga akibat kecelakaan di sekitar tiang monorel itu,” katanya serius menekankan alasan pembongkaran.
Proyek monorel di Rasuna Said telah terbengkalai selama lebih dari dua dekade, dinilai mengganggu estetika dan membahayakan keselamatan.
Pemprov DKI akhirnya membongkar tiang-tiang tersebut sebagai bagian dari penataan kawasan. Rano menegaskan biaya pembongkaran hanya sekitar Rp 254 juta, berbeda dengan anggaran Rp 100 miliar yang dialokasikan untuk penataan menyeluruh Jalan Rasuna Said dari ujung ke ujung.
Diharapkan, pembongkaran ini dapat memperbaiki tata ruang, menyamakan lebar jalan, serta meningkatkan keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan di kawasan Rasuna Said.
Cek Berita lain di Google News











