“CFD hari ini kita isi dengan energi budaya. Ini bukti bahwa Bekasi tidak hanya hidup secara fisik, tetapi juga kaya secara budaya,” ujar Tri Adhianto.
Ia menyebutkan bahwa ronggeng nyentrik merupakan warisan budaya yang akan terus digali dan dikembangkan. Pemerintah Kota Bekasi berkomitmen menghadirkan ruang pelestarian seperti perpustakaan dan museum budaya sebagai bagian dari penguatan identitas daerah.
Antusiasme warga terlihat begitu tinggi. Kawasan CFD berubah menjadi lautan manusia yang larut dalam irama tari, menciptakan suasana semarak sekaligus membanggakan.
Tri Adhianto menegaskan bahwa budaya mampu menghidupkan ruang publik, mempererat kebersamaan, sekaligus menjadi identitas kuat bagi Kota Bekasi sebagai kota yang terus bergerak dan berkembang.
Ikuti berita terkini di Google News, klik di sini.











