Obesitas menjadi pintu masuk berbagai penyakit tidak menular seperti diabetes tipe 2, hipertensi, penyakit jantung, dan stroke. Selain itu, penderitanya juga rentan mengalami mudah lelah, sulit fokus, nyeri sendi, hingga gangguan psikologis.
Sayangnya, kesadaran untuk melakukan skrining kesehatan masih rendah. dr. Luciana menganjurkan pemeriksaan metabolik dilakukan sejak usia 20-an dan lebih rutin setelah usia 40 tahun.
“Penurunan berat badan yang aman memerlukan pendampingan dokter spesialis gizi klinik. Diet instan justru berisiko menimbulkan kurang gizi dan memperburuk metabolisme,” tegasnya.
Ia mengimbau masyarakat usia produktif untuk menjaga berat badan ideal, memahami kebutuhan gizi harian, dan membangun gaya hidup sehat secara konsisten sejak dini. “Perubahan kecil yang dilakukan lebih awal jauh lebih efektif daripada upaya instan yang bersifat musiman,” tutupnya.
Ikuti berita terkini di Google News, klik di sini.







