Menu

Mode Gelap
Air Kali Bekasi Menghitam, DLH Kota Bekasi Lacak Sumber Pencemaran di Hulu Hoki Indonesia Incar Enam Besar Asian Games Danantara Tinjau Pemberdayaan 73.000 Nasabah PNM di Mojokerto DPRD DKI Dorong Payung Hukum Pembiayaan Kreatif DPRD DKI Dorong PAM Jaya Tekan Kehilangan Air, Investasi Pipa Rp 22,8 Triliun Disiapkan Olahraga Bola Tangan Jakarta Incar Emas PON 2028 di Bawah Kepemimpinan Baru

News

Sensus Ekonomi 2026: Fondasi Kebijakan Ketenagakerjaan yang Lebih Tepat Sasaran

badge-check

Sensus Ekonomi 2026: Fondasi Kebijakan Ketenagakerjaan yang Lebih Tepat Sasaran Perbesar


BPS dan Kemnaker Kolaborasi Wujudkan Data Ketenagakerjaan Komprehensif

MATRASNEWS, BEKASI – Pemerintah menegaskan komitmennya menjadikan Sensus Ekonomi (SE) 2026 sebagai pijakan utama perumusan kebijakan ketenagakerjaan berbasis data. Menteri Ketenagakerjaan Yassierli menyampaikan hal itu dalam High Level Meeting Lintas Kementerian di Bekasi, Selasa (21/7/2026).

SE 2026 akan menghasilkan potret utuh sektor usaha, mulai dari perkembangan, persebaran, skala, hingga penggunaan tenaga kerja. Data ini menjadi instrumen kunci pemetaan kebutuhan keterampilan dan peningkatan produktivitas tenaga kerja. Pemetaan tersebut juga mengidentifikasi sektor dan wilayah dengan potensi serap tenaga kerja tinggi.

“Data ini memberi gambaran menyeluruh tentang perkembangan sektor usaha dan penggunaan tenaga kerja,” ujar Yassierli.

Hasil sensus akan menyelaraskan pelatihan vokasi dengan kebutuhan industri. Efektivitas penempatan tenaga kerja pun terdorong meningkat. Produktivitas yang naik akan memperkuat daya saing global dunia usaha dan pekerja Indonesia.

“SE ini untuk kita semua, Indonesia, dan anak cucu. Maju industrinya, sejahtera pekerjanya,” tegasnya.

Komentar ditutup.

Baca Lainnya
Trending di News