MATRASNEWS, JAKARTA – Gubernur DKI Jakarta, didampingi Wakil Gubernur, menegaskan stabilitas ekonomi Jakarta tetap terjaga kuat, didorong oleh capaian investasi dan pengelolaan fiskal yang melampaui target. Pernyataan ini disampaikan dalam pemaparan realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2025 di Balairung, Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (21/1).
Dalam konferensi pers yang digelar sebagai bentuk komitmen transparansi dan akuntabilitas publik itu, terungkap hingga 31 Desember 2025, APBD DKI yang dianggarkan sebesar Rp91,86 triliun telah terealisasi dengan sangat baik.
“Ekonomi Jakarta tumbuh stabil dengan dukungan kebijakan fiskal yang berdampak nyata, dengan pertumbuhan kumulatif mencapai 5,03 persen,” ujar Pramono. Optimisme ini sejalan dengan proyeksi Bank Indonesia yang memprediksi pertumbuhan Jakarta pada 2025 berada dalam kisaran 4,6 hingga 5,4 persen.
Pada realisasinya, pendapatan daerah tercatat sebesar Rp79,94 triliun. Angka ini tidak hanya bersumber dari pajak dan retribusi daerah, tetapi juga dari pemanfaatan aset yang berkontribusi signifikan sebesar Rp448 miliar. Di sisi lain, belanja daerah terealisasi senilai Rp76,05 triliun, mencerminkan efisiensi dan fokus pada program prioritas.
Dengan keterbukaan dan akuntabilitas yang baik ini, Pramono berharap momentum positif ini dapat memberikan kepastian dan kepercayaan bagi seluruh pemangku kepentingan, termasuk pelaku usaha dan masyarakat Jakarta, untuk terus berkontribusi dalam pembangunan ibu kota.
Cek Berita lain di Google News











