Menu

Mode Gelap
BWH Hotels Indonesia Rayakan Harmoni Imlek dan Ramadan 2026 dengan Kampanye “Celebrating Togetherness” Gubernur Banten Tegaskan Pers Sebagai Pilar Demokrasi dan Mitra Strategis Pembangunan Hadiri Baksos di Glodok, Wamen Ekraf Beri Pesan Harmoni Lintas Agama Jelang Imlek 2026 Sambut Ramadan, Citadines Antasari Jakarta Hadirkan “Aladdin” Morrissey Hotel Jakarta Luncurkan Rangkaian Promo Eksklusif Sambut Imlek, Valentine, hingga Ramadan Māua Kapal Kecil dan Villa Riahi Resort Mewah Terbaru Swiss-Belhotel International di Batam

News

Taman Nasional Gunung Gede Pangrango Perkenalkan Teknologi RFID dan SOS untuk Tingkatkan Keselamatan Pendaki

badge-check


					Taman Nasional Gunung Gede Pangrango Perkenalkan Teknologi RFID dan SOS untuk Tingkatkan Keselamatan Pendaki Perbesar

MATRASNEWS, BOGOR – Pengelola Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP), berkolaborasi dengan Direktorat Pengelolaan Jasa Lingkungan Kementerian Kehutanan, meluncurkan sistem keselamatan berbasis teknologi mutakhir. Inovasi berupa gelang RFID (Radio Frequency Identification) dan tombol panik (SOS) ini diimplementasikan untuk menekan insiden pendaki tersesat dan membangun sistem pencarian yang lebih terintegrasi.

Kebijakan ini merupakan respons atas sejumlah kasus kehilangan pendaki di kawasan tersebut. Pada fase pertama, sistem telah diterapkan di dua jalur pendakian utama: Gunung Putri dan Cibodas, dengan check point utama di Surya Kencana.

“Setiap pendaki yang mendaftar akan mengenakan gelang berchip RFID. Pergerakan mereka dapat dipantau di setiap titik melalui jaringan menara, sehingga data keluar-masuk tercatat otomatis dan akurat,” jelas pernyataan resmi pengelola. Teknologi ini diharapkan mempermudah petugas mengetahui posisi terakhir pendaki jika terjadi keadaan darurat.

Selain pemantauan via RFID, tersedia pula tombol panik (SOS) di beberapa titik jalur. Alat ini memungkinkan pendaki mengirim sinyal darurat langsung ke pos petugas jika mengalami kecelakaan, tersesat, atau situasi berbahaya lainnya.

Dengan sistem baru ini, proses Search and Rescue (SAR) diharapkan menjadi lebih sigap, akurat, dan efisien. Inovasi ini menegaskan bahwa meski pendakian adalah aktivitas menantang, keselamatan jiwa harus menjadi prioritas tertinggi.

Pengelola TNGGP mengimbau semua pendaki untuk mematuhi prosedur, memanfaatkan fasilitas keselamatan yang disediakan, dan menjaga tanggung jawab selama beraktivitas di kawasan konservasi. Langkah ini menjadi bagian dari komitmen untuk menyediakan lingkungan pendakian yang lebih aman dan terkendali.

 

Cek Berita lain di Google News

Baca Lainnya

Gubernur Banten Tegaskan Pers Sebagai Pilar Demokrasi dan Mitra Strategis Pembangunan

11 Februari 2026 - 00:05 WIB

Gubernur Banten Tegaskan Pers Sebagai Pilar Demokrasi dan Mitra Strategis Pembangunan

Hadiri Baksos di Glodok, Wamen Ekraf Beri Pesan Harmoni Lintas Agama Jelang Imlek 2026

11 Februari 2026 - 00:01 WIB

Hadiri Baksos di Glodok, Wamen Ekraf Beri Pesan Harmoni Lintas Agama Jelang Imlek 2026

Pengusaha Bali Ajik Krisna dan Raffi Ahmad Garap Destinasi Wisata Rp30 Miliar di Buleleng

10 Februari 2026 - 00:18 WIB

Pengusaha Bali Ajik Krisna dan Raffi Ahmad Garap Destinasi Wisata Rp30 Miliar di Buleleng

Ikut Aksi Bersih Sampah Laut di Bali, Menpar Tegaskan Kebersihan Laut Kunci Daya Saing Pariwisata Indonesia

10 Februari 2026 - 00:15 WIB

Ikut Aksi Bersih Sampah Laut di Bali, Menpar Tegaskan Kebersihan Laut Kunci Daya Saing Pariwisata Indonesia

Perkuat Tata Kelola Hutan dan Kepercayaan Global, Indonesia dan Inggris Luncurkan MFP Fase 5

10 Februari 2026 - 00:05 WIB

Perkuat Tata Kelola Hutan dan Kepercayaan Global, Indonesia dan Inggris Luncurkan MFP Fase 5
Trending di News
error: Matras News