Menu

Mode Gelap
Ironi Laba Kertas PHE: Direksi Panen Tantiem Mewah, Korporasi Terjerat Utang Bunga Rp1,56 Triliun. DPR Ingatkan Risiko Psikologis terhadap Wajib Pajak DJP Klarifikasi Peran Babinsa dan Bhabinkamtibmas: Hanya Koordinasi, Bukan Penagihan Pajak HANA Japanese Pop-Up Kitchen Hadir di Swiss-Belresort Dago Heritage Bank Jakarta Buka Cabang Masa Depan di Kebayoran Park Uji Simulasi Darurat DBD, CDC dan Kemenkes RI Evaluasi Kesiapan Operasional

News

Wali Kota Bekasi Hapus Iring-Iringan Dinas, Efisiensi Anggaran Jadi Prioritas

badge-check

FOTO: Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto Perbesar

FOTO: Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto


Kebijakan Satu Mobil untuk Operasional Sehari-hari

MATRASNEWS, BEKASI – Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, menerapkan langkah efisiensi radikal di lingkungan Pemkot dengan menghapus iring-iringan kendaraan dinas yang sebelumnya berjumlah tiga unit. Kebijakan ini diambil sebagai bentuk komitmen pemotongan biaya operasional yang tidak esensial. Tri menegaskan bahwa pengurangan kendaraan pengiring ini bukan semata-mata soal penghematan Bahan Bakar Minyak (BBM), melainkan upaya menciptakan tata kelola pemerintahan yang lebih sederhana dan efektif. “Efisiensi seperti inilah yang dibutuhkan dalam pelaksanaan kerja. Tidak perlu banyak iring-iringan kendaraan,” tegasnya.

Selain kebijakan internal, Tri juga menginstruksikan para Camat di Kota Bekasi untuk menerapkan pola transportasi serupa saat menghadiri rapat di kantor Pemkot. Para camat diimbau menggunakan satu kendaraan bersama para lurah untuk perjalanan dinas.

Sebagai bagian dari paket efisiensi, Pemkot Bekasi juga menerapkan kebijakan Work From Home (WFH) setiap hari Jumat. Upaya penghematan energi hanya mengaktifkan satu lantai untuk operasional.

Langkah efisiensi yang lebih besar sedang disiapkan Pemkot Bekasi melalui penggantian mobil dinas konvensional dengan sistem sewa kendaraan listrik. Melalui skema ini, Pemkot diproyeksikan menghemat anggaran hingga Rp22 miliar per tahun karena tidak lagi terbebani biaya pajak, STNK, perawatan, dan BBM.

“Kami tidak melakukan pengadaan. Justru kendaraan-kendaraan yang ada, yang umurnya sudah lebih dari 7 tahun, itu kami jual sehingga ada pendapatan,” ujar Tri. Pada tahap awal, Pemkot menyiapkan sekitar 30 unit mobil listrik yang diprioritaskan bagi pejabat dengan masa jabatan di atas delapan tahun atau yang kendaraan dinasnya sudah tidak layak pakai. (ADV)

Komentar ditutup.

Baca Lainnya

Ironi Laba Kertas PHE: Direksi Panen Tantiem Mewah, Korporasi Terjerat Utang Bunga Rp1,56 Triliun.

22 Juli 2026 - 14:12 WIB

DPR Ingatkan Risiko Psikologis terhadap Wajib Pajak

22 Juli 2026 - 13:02 WIB

DJP Klarifikasi Peran Babinsa dan Bhabinkamtibmas: Hanya Koordinasi, Bukan Penagihan Pajak

22 Juli 2026 - 12:51 WIB

Sensus Ekonomi 2026: Fondasi Kebijakan Ketenagakerjaan yang Lebih Tepat Sasaran

22 Juli 2026 - 00:06 WIB

Satgas PRR Desak Pemda Tuntaskan Lahan Huntap

22 Juli 2026 - 00:05 WIB

Trending di News