Menu

Mode Gelap
Laba BSN Tembus Rp473 Miliar, Tumbuh 40,99% Lapas Bekasi Luncurkan Sistem Kunjungan Daring, Keluarga Tak Perlu Antre Menko Kumham Imipas Buka Ruang Dialog dengan BEM SI Kunjungan Ilmiah Perkuat Hubungan Riset Australia-Indonesia Schneider Electric Gandeng Foxconn Kembangkan Pusat Data AI Masa Depan BunnKOPI Jember Semarakkan Festival Batik Bojonegoro dengan Cita Rasa Kopi Pilihan

News

Wali Kota Bekasi Hapus Iring-Iringan Dinas, Efisiensi Anggaran Jadi Prioritas

badge-check


					FOTO: Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto Perbesar

FOTO: Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto


Kebijakan Satu Mobil untuk Operasional Sehari-hari

MATRASNEWS, BEKASI – Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, menerapkan langkah efisiensi radikal di lingkungan Pemkot dengan menghapus iring-iringan kendaraan dinas yang sebelumnya berjumlah tiga unit.

Mulai hari ini, seluruh aktivitas kedinasan hanya akan menggunakan satu kendaraan jenis Hiace bersama para staf.

Kebijakan ini diambil sebagai bentuk komitmen pemotongan biaya operasional yang tidak esensial. Tri menegaskan bahwa pengurangan kendaraan pengiring ini bukan semata-mata soal penghematan Bahan Bakar Minyak (BBM), melainkan upaya menciptakan tata kelola pemerintahan yang lebih sederhana dan efektif.

“Efisiensi seperti inilah yang dibutuhkan dalam pelaksanaan kerja. Tidak perlu banyak iring-iringan kendaraan,” tegasnya.

Pakai Kendaraan Pribadi Saat Akhir Pekan

Pada akhir pekan, Tri memilih menggunakan kendaraan pribadi untuk menjalankan kegiatan bersama masyarakat. Langkah ini dinilai lebih praktis untuk menjangkau permukiman warga yang akses jalannya tidak selalu memungkinkan dilalui kendaraan besar.

Camat Diminta Terapkan Pola Serupa

Selain kebijakan internal, Tri juga menginstruksikan para Camat di Kota Bekasi untuk menerapkan pola transportasi serupa saat menghadiri rapat di kantor Pemkot. Para camat diimbau menggunakan satu kendaraan bersama para lurah untuk perjalanan dinas.

WFH dan Pembatasan Energi Perkantoran

Sebagai bagian dari paket efisiensi, Pemkot Bekasi juga menerapkan kebijakan Work From Home (WFH) setiap hari Jumat. Kebijakan ini bertujuan menekan konsumsi listrik di perkantoran dan mengurangi mobilitas kendaraan dinas yang tidak diperlukan.

Upaya penghematan energi juga dilakukan dengan pembatasan penggunaan ruang kantor. Beberapa dinas hanya mengaktifkan satu lantai untuk operasional, sementara lantai lainnya dimatikan untuk menghemat listrik.

Hemat Rp22 Miliar Lewat Sewa Mobil Listrik

Langkah efisiensi yang lebih besar sedang disiapkan Pemkot Bekasi melalui penggantian mobil dinas konvensional dengan sistem sewa kendaraan listrik. Melalui skema ini, Pemkot diproyeksikan menghemat anggaran hingga Rp22 miliar per tahun karena tidak lagi terbebani biaya pajak, STNK, perawatan, dan BBM.

“Kami tidak melakukan pengadaan. Justru kendaraan-kendaraan yang ada, yang umurnya sudah lebih dari 7 tahun, itu kami jual sehingga ada pendapatan,” ujar Tri.

Pada tahap awal, Pemkot menyiapkan sekitar 30 unit mobil listrik yang diprioritaskan bagi pejabat dengan masa jabatan di atas delapan tahun atau yang kendaraan dinasnya sudah tidak layak pakai.

Baca Lainnya

Lapas Bekasi Luncurkan Sistem Kunjungan Daring, Keluarga Tak Perlu Antre

19 Juni 2026 - 00:10 WIB

Menko Kumham Imipas Buka Ruang Dialog dengan BEM SI

19 Juni 2026 - 00:09 WIB

Kunjungan Ilmiah Perkuat Hubungan Riset Australia-Indonesia

19 Juni 2026 - 00:08 WIB

Camat Bekasi Timur Ajak Masyarakat Dukung Sensus Ekonomi 2026

19 Juni 2026 - 00:02 WIB

Pengamat Desak Penegakan Hukum Kasus Tuper DPRD Bekasi Berbasis Kewenangan

19 Juni 2026 - 00:01 WIB

Trending di News