Kebijakan Satu Mobil untuk Operasional Sehari-hari
MATRASNEWS, BEKASI – Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, menerapkan langkah efisiensi radikal di lingkungan Pemkot dengan menghapus iring-iringan kendaraan dinas yang sebelumnya berjumlah tiga unit. Kebijakan ini diambil sebagai bentuk komitmen pemotongan biaya operasional yang tidak esensial. Tri menegaskan bahwa pengurangan kendaraan pengiring ini bukan semata-mata soal penghematan Bahan Bakar Minyak (BBM), melainkan upaya menciptakan tata kelola pemerintahan yang lebih sederhana dan efektif. “Efisiensi seperti inilah yang dibutuhkan dalam pelaksanaan kerja. Tidak perlu banyak iring-iringan kendaraan,” tegasnya.
Selain kebijakan internal, Tri juga menginstruksikan para Camat di Kota Bekasi untuk menerapkan pola transportasi serupa saat menghadiri rapat di kantor Pemkot. Para camat diimbau menggunakan satu kendaraan bersama para lurah untuk perjalanan dinas.

Sebagai bagian dari paket efisiensi, Pemkot Bekasi juga menerapkan kebijakan Work From Home (WFH) setiap hari Jumat. Upaya penghematan energi hanya mengaktifkan satu lantai untuk operasional.
Langkah efisiensi yang lebih besar sedang disiapkan Pemkot Bekasi melalui penggantian mobil dinas konvensional dengan sistem sewa kendaraan listrik. Melalui skema ini, Pemkot diproyeksikan menghemat anggaran hingga Rp22 miliar per tahun karena tidak lagi terbebani biaya pajak, STNK, perawatan, dan BBM.
“Kami tidak melakukan pengadaan. Justru kendaraan-kendaraan yang ada, yang umurnya sudah lebih dari 7 tahun, itu kami jual sehingga ada pendapatan,” ujar Tri. Pada tahap awal, Pemkot menyiapkan sekitar 30 unit mobil listrik yang diprioritaskan bagi pejabat dengan masa jabatan di atas delapan tahun atau yang kendaraan dinasnya sudah tidak layak pakai. (ADV)












Komentar ditutup.