Kebijakan Satu Mobil untuk Operasional Sehari-hari
MATRASNEWS, BEKASI – Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, menerapkan langkah efisiensi radikal di lingkungan Pemkot dengan menghapus iring-iringan kendaraan dinas yang sebelumnya berjumlah tiga unit.
Mulai hari ini, seluruh aktivitas kedinasan hanya akan menggunakan satu kendaraan jenis Hiace bersama para staf.
Kebijakan ini diambil sebagai bentuk komitmen pemotongan biaya operasional yang tidak esensial. Tri menegaskan bahwa pengurangan kendaraan pengiring ini bukan semata-mata soal penghematan Bahan Bakar Minyak (BBM), melainkan upaya menciptakan tata kelola pemerintahan yang lebih sederhana dan efektif.
“Efisiensi seperti inilah yang dibutuhkan dalam pelaksanaan kerja. Tidak perlu banyak iring-iringan kendaraan,” tegasnya.
Pakai Kendaraan Pribadi Saat Akhir Pekan
Pada akhir pekan, Tri memilih menggunakan kendaraan pribadi untuk menjalankan kegiatan bersama masyarakat. Langkah ini dinilai lebih praktis untuk menjangkau permukiman warga yang akses jalannya tidak selalu memungkinkan dilalui kendaraan besar.
Camat Diminta Terapkan Pola Serupa
Selain kebijakan internal, Tri juga menginstruksikan para Camat di Kota Bekasi untuk menerapkan pola transportasi serupa saat menghadiri rapat di kantor Pemkot. Para camat diimbau menggunakan satu kendaraan bersama para lurah untuk perjalanan dinas.
WFH dan Pembatasan Energi Perkantoran
Sebagai bagian dari paket efisiensi, Pemkot Bekasi juga menerapkan kebijakan Work From Home (WFH) setiap hari Jumat. Kebijakan ini bertujuan menekan konsumsi listrik di perkantoran dan mengurangi mobilitas kendaraan dinas yang tidak diperlukan.
Upaya penghematan energi juga dilakukan dengan pembatasan penggunaan ruang kantor. Beberapa dinas hanya mengaktifkan satu lantai untuk operasional, sementara lantai lainnya dimatikan untuk menghemat listrik.
Hemat Rp22 Miliar Lewat Sewa Mobil Listrik
Langkah efisiensi yang lebih besar sedang disiapkan Pemkot Bekasi melalui penggantian mobil dinas konvensional dengan sistem sewa kendaraan listrik. Melalui skema ini, Pemkot diproyeksikan menghemat anggaran hingga Rp22 miliar per tahun karena tidak lagi terbebani biaya pajak, STNK, perawatan, dan BBM.
“Kami tidak melakukan pengadaan. Justru kendaraan-kendaraan yang ada, yang umurnya sudah lebih dari 7 tahun, itu kami jual sehingga ada pendapatan,” ujar Tri.
Pada tahap awal, Pemkot menyiapkan sekitar 30 unit mobil listrik yang diprioritaskan bagi pejabat dengan masa jabatan di atas delapan tahun atau yang kendaraan dinasnya sudah tidak layak pakai.











