Menu

Mode Gelap
Menhub Dudy Pastikan Kesiapan Angkutan Lebaran 2026 Wamen Ekraf Resmikan Giant Balloon Pelangi di Mars Dicoding dan Kemenko PMK Luncurkan Platform Bijak Cerdas Berdigital dan Ber-AI untuk Masyarakat Penanganan Penyintas Kanker Lansia, Ini Kata dr. Daniel Rizky Primaya Hospital Semarang 5 Fakta Penting Akses Air Bersih di Sumba Barat Daya NTT KAI Siapkan Kereta Mewah Bertema Heritage, Target Uji Coba Juni 2026

News

Wamen Ekraf Resmikan Giant Balloon Pelangi di Mars

badge-check


					Wamen Ekraf Resmikan Giant Balloon Pelangi di Mars Perbesar

MATRASNEWS, JAKARTA – Wakil Menteri Ekonomi Kreatif/Wakil Kepala Badan Ekonomi Kreatif, Irene Umar, meresmikan peluncuran giant balloon film Pelangi di Mars di kawasan SCBD, Jakarta, Kamis (19/2/2026). Instalasi balon raksasa bertema pelangi dan robot batik itu dipasang di SCBD Tunnel BEJ sebagai bagian dari promosi film karya anak bangsa menjelang penayangannya pada Lebaran mendatang.

Irene menegaskan bahwa film tersebut bukan sekadar tontonan keluarga, tetapi juga bukti kemajuan teknologi dan kreativitas anak bangsa.

“Film Pelangi di Mars bukan hanya pencapaian sinema Indonesia, tetapi juga perkembangan teknologi. Dunia bisa melihat mahakarya dari talenta-talenta kreatif kita. Kami bangga mendukung film ini sebagai salah satu karya yang menunjukkan pencapaian besar dari sisi skala produksi dan kualitas visual,” ujar Irene.

Film bergenre petualangan fiksi ilmiah ini digarap selama hampir lima tahun dengan dukungan teknologi Extended Reality (XR). Produksi Mahakarya Pictures ini melibatkan sekitar 300 talenta kreatif tanah air serta menghadirkan perpaduan live action dan animasi.

Sutradara Upie Guava menyebut film ini lahir dari kegelisahan akan minimnya film anak dan keluarga di Indonesia. “Energi kolaborasi yang besar membuat Pelangi di Mars bukan sekadar film, tetapi gerakan untuk menghadirkan dongeng dan imajinasi bagi anak-anak Indonesia,” tuturnya.

Sejumlah aktor akan tampil dalam adegan live-action, antara lain Messi Gusti (Pelangi), Lutesha (Pratiwi), dan Rio Dewanto (Banyu). Sementara lima robot ikonik diisi suara oleh talenta seperti Bimoky (Robot Batik), Kristo Immanuel (Yoman), dan Gilang Dirga (Petya).

Produser Dendi Reynando menambahkan, balon raksasa ini dihadirkan sebagai simbol bahwa film ini untuk semua kalangan. “Harapannya, Pelangi di Mars dapat menjadi IP asli Indonesia yang terus menjadi kebanggaan keluarga,” katanya.

Dalam kesempatan yang sama, Wamen Ekraf juga meninjau Pasar Imlek Gang Depan SCBD yang menampilkan 25 booth kuliner. Kehadiran pasar ini dinilai mampu mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif melalui kolaborasi lintas subsektor.

Turut hadir dalam peresmian tersebut pemilik Artha Graha Group Tomy Winata, jajaran direksi Bank Artha Graha Internasional, serta para pengisi suara dan pemeran film.

Pelangi di Mars dijadwalkan tayang di bioskop mulai 18 Maret 2026.

 

Ikuti berita terkini di Google News, klik di sini.

Baca Lainnya

Menhub Dudy Pastikan Kesiapan Angkutan Lebaran 2026

21 Februari 2026 - 01:01 WIB

Menhub Dudy Pastikan Kesiapan Angkutan Lebaran 2026

5 Fakta Penting Akses Air Bersih di Sumba Barat Daya NTT

20 Februari 2026 - 00:47 WIB

5 Fakta Penting Akses Air Bersih di Sumba Barat Daya NTT

KAI Siapkan Kereta Mewah Bertema Heritage, Target Uji Coba Juni 2026

20 Februari 2026 - 00:40 WIB

KAI Siapkan Kereta Mewah Bertema Heritage, Target Uji Coba Juni 2026

BPS Ground Check Ulang Penerima PBI JKN yang Nonaktif, Targetkan 11 Juta Jiwa

20 Februari 2026 - 00:32 WIB

BPS Ground Check Ulang Penerima PBI JKN yang Nonaktif, Targetkan 11 Juta Jiwa

Darurat Sampah Plastik: Ekonomi Pesisir di Ujung Tanduk, Bank Sampah Garda Terdepan

19 Februari 2026 - 01:59 WIB

Darurat Sampah Plastik Ekonomi Pesisir di Ujung Tanduk, Bank Sampah Garda Terdepan
Trending di News
error: Matras News