Menu ✖

Breaking News

News

Warga Bekasi Laporkan Kepala Dukcapil ke Polisi atas Dugaan Pemalsuan Akta Cerai

badge-check

Warga Bekasi Laporkan Kepala Dukcapil ke Polisi atas Dugaan Pemalsuan Akta Cerai Perbesar


MATRASNEWS, BEKASI — Seorang warga Kota Bekasi, HR, melaporkan Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kota Bekasi ke Polres Metro Bekasi Kota. Pelaporan ini terkait dugaan pemalsuan akta cerai dan pembiaran tindak pidana yang berdampak pada pecahnya Kartu Keluarga (KK) korban tanpa sepengetahuan yang bersangkutan.

Kuasa hukum pelapor, Abdul Majid, memaparkan kronologi kejanggalan yang dialami kliennya. Awalnya, HR hendak mengurus Kartu Identitas Anak (KIA) untuk keperluan sekolah anaknya di Kecamatan pada 2026. Namun, petugas memberitahu bahwa KK miliknya telah terpecah, HR tercatat sebagai KK tunggal, sementara istri dan anak-anaknya terpisah.

“Klien saya tidak merasa pernah bercerai dengan istrinya,” ujar Majid. Saat menanyakan hal tersebut ke kecamatan, HR diberikan foto akta cerai yang diduga atas namanya. Dari dokumen tersebut, ditemukan kejanggalan signifikan: data umur dalam akta cerai yang diterbitkan tahun 2017 tercatat 20 tahun, sementara database Dukcapil menunjukkan Heryanto lahir tahun 1983 (seharusnya berusia 34 tahun pada 2017.

Merespons temuan ini, pihak kuasa hukum melakukan penelusuran ke Pengadilan Agama. Hasilnya, akta cerai yang dipegang kliennya dipastikan tidak terdaftar sebagai produk pengadilan agama. “Dari kejanggalan itu berarti diduga palsu. Akhirnya kita bikin laporan,” tegas Majid, Jumat (25/7/2026).

Laporan pertama dilayangkan terhadap pihak yang diduga memalsukan akta cerai. Laporan kedua ditujukan kepada Kepala Dinas Dukcapil yang dinilai lalai karena mengesahkan KK yang terbit berdasarkan akta palsu tersebut. “Dukcapil tidak mengecek. Dia punya database, masa tidak dilihat? Cuma lihat nomor akte saja?” sindir Majid.

Kasus ini kini dalam penyidikan Polres Metro Bekasi Kota. Pelapor berharap aparat penegak hukum mengusut tuntas dua laporan yang dilayangkan, mengingat pemalsuan identitas ini telah merugikan hak administrasi kependudukan HR dan keluarganya.

 

Komentar ditutup.

Baca Lainnya

AHY Pastikan Flyover Bulak Kapal Mulai Dibangun November 2026

30 Okt 2026 - 14:52 WIB

AHY Pastikan Flyover Bulak Kapal Mulai Dibangun November 2026

Kementan Alihkan Anggaran Rp3,7 Triliun untuk Petani dan Peternak

29 Okt 2026 - 02:06 WIB

Kementan Alihkan Anggaran Rp3,7 Triliun untuk Petani dan Peternak

Menko Polkam di Timika: Stabilitas Keamanan Papua Harus Sejalan dengan Kesejahteraan

28 Okt 2026 - 12:13 WIB

Menko Polkam di Timika: Stabilitas Keamanan Papua Harus Sejalan dengan Kesejahteraan

Kemkomdigi dan Polri Perkuat Sinergi Berantas Kejahatan Digital

28 Okt 2026 - 00:13 WIB

Kemkomdigi dan Polri Perkuat Sinergi Berantas Kejahatan Digital

Dokumen Asli Tak Tersedia, Forensik Independen Tetap Bisa Mengkaji Salinan

27 Okt 2026 - 18:30 WIB

Dokumen Asli Tak Tersedia, Forensik Independen Tetap Bisa Mengkaji Salinan
Trending di News