MATRASNEWS, BEKASI – Anggota Komisi V DPR RI, Sudjatmiko, mendorong optimalisasi penyaluran Program Indonesia Pintar (PIP) di wilayah Jawa Barat, khususnya Kota Bekasi dan Depok.
PIP merupakan bantuan tunai pendidikan dari pemerintah yang diperuntukkan bagi peserta didik dari keluarga kurang mampu, mulai jenjang SD/MI hingga SMA/SMK/sederajat, guna mencegah putus sekolah dan menjamin akses pendidikan yang setara.
“PIP ini sebenarnya program dari Komisi X DPR RI, dan ini program yang sangat bagus. Di Bekasi, penyaluran yang saya awasi mencapai sekitar 3.000 penerima, sementara di Depok sekitar 2.000 penerima. Alhamdulillah tersalurkan dengan baik,” papar Sudjatmiko di Kota Bekasi, Senin (16/2/2026).
Meski demikian, politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu turut menyoroti adanya sejumlah kasus bantuan yang tertahan. Ia memastikan bahwa hambatan tersebut tidak berasal dari proses pengusulan yang dilakukan oleh pihaknya.
“Oh, itu bukan dari kita pasti. Pasti pengajuannya bukan dari kita. Kalau pengajuannya dari kita, tidak pernah ada yang tertahan seperti itu,” tegasnya.
BACA JUGA: Anggota DPR RI Sudjatmiko Dukung Gubernur Jabar Revitalisasi Jalur KA Mati
Menurut Sudjatmiko, penyebab tertahannya dana PIP bisa diklasifikasikan menjadi dua kategori. Pertama, terkait validitas administratif; kedua, adanya indikasi masalah dalam penyaluran.
“Ada kemungkinan tertahannya karena penyalahgunaan, tapi ada dua skenario. Apakah (dana) itu bisa terbit atau tidak terbit. Kalau terbit, harusnya cair. Tapi kalau tidak cair, berarti ada penyalahgunaan. Namun, kalau tidak terbit, mungkin kemarin pengurusannya tidak lengkap,” tutup legislator tersebut.
Ikuti berita terkini di Google News, klik di sini.











