MATRASNEWS, JAKARTA – Asosiasi Ondel-ondel Indonesia menyatakan kesepakatan dengan kebijakan pelarangan pertunjukan ondel-ondel di jalanan. Namun, asosiasi ini meminta Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menyediakan tempat-tempat khusus bagi para seniman untuk tetap dapat mencari nafkah.
Ketua Asosiasi Ondel-ondel Indonesia (ASOI), Malih menyatakan bahwa larangan diperlukan untuk menertibkan maraknya oknum yang mengamen secara tidak tertib.
“Saya setuju pelarangan ondel-ondel mengamen. Tapi kasihlah mereka tempat. Mereka juga kan manusia. Mereka juga adalah seniman,” ujarnya.
Malih menekankan bahwa akar permasalahannya adalah kurangnya perhatian dan ruang berekspresi bagi para seniman ondel-ondel, khususnya pada hari Senin hingga Jumat, di luar jadwal acara resmi pemerintah.
Sebagai solusi, ia mengusulkan agar para seniman diberikan lokasi-lokasi strategis untuk tampil, seperti di pasar, tempat rekreasi, atau akses stasiun. Menurutnya, cara ini telah terbukti efektif. Ia mencontohkan sebuah acara di Veldrome dimana para seniman yang diberi satu tempat bisa mendapatkan penghasilan hingga Rp 7 juta dalam tiga hari.
“Kasih mereka tempat di situ dengan ondel-ondel yang bagus, dengan seragam yang bagus. Mereka akan ngamen dari jam 8 pagi sampai jam 5 sore. Keuntungannya, mereka tidak jalan ke mana-mana, bisa ibadah dengan baik, dan pulang membawa rezeki,” jelas Malih Sabtu (22/11/2025).
Ia juga menyampaikan pesan kepada Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, khususnya Wakil Gubernur Jakarta, Rano Karno untuk segera mengadakan pertemuan dengan seluruh ketua sanggar ondel-ondel. Tujuannya adalah untuk mencari jalan tengah yang saling menguntungkan dan melindungi para pelestari budaya ikonik Betawi tersebut.
“Kita duduk bareng. Kita temuin titik temu. Biar ada jalan tengah. Biar pemerintah tidak kesalahan dan para seniman ondel-ondel juga tidak dirugikan,”pungkasnya.
Cek Berita lain di Google News











