Menu

Mode Gelap
Revisi UU ASN Hapus Status PPPK Paruh Waktu, Pemerintah Terapkan Dua Skema Baru Bukan Cuma Keturunan, Studi Terbaru Ungkap Gula Darah Tinggi Bisa Jadi “Bensin” Tumor Banjir Landa Jakarta, Gubernur Pramono: “Menghilangkan Banjir Itu Tidak Mungkin” Sulis “Cinta Rasul” Meriahkan Paramadina Festival Ramadhan 2026 di Meikarta Simak 4 Tips Menginvestasikan THR dengan Emas yang Lebih Mudah, Aman, dan Terpercaya Atasi Keterbatasan Bioskop, Menteri Ekraf Dukung Pembangunan Mini Bioskop di Minimarket

Gaya Hidup Sehat

Bahaya Mematikan di Balik Atap Asbes: Kisah Nyata yang Bikin Merinding


					Bahaya Mematikan di Balik Atap Asbes: Kisah Nyata yang Bikin Merinding Perbesar

Matras News – Siapa sangka, material bangunan yang kerap dijumpai di sekitar kita, seperti atap asbes, menyimpan bahaya mematikan yang sering diabaikan. Kisah nyata seorang pekerja konstruksi dan istrinya ini menjadi peringatan serius tentang dampak paparan asbes pada kesehatan.

Tragedi yang Tak Terduga

Seorang pria di lokasi konstruksi memotong atap asbes secara manual, tanpa alat pelindung diri. Debu asbes beterbangan dan menempel di tubuh serta pakaian kerjanya. Usai bekerja, ia pulang dan melemparkan pakaian kotornya ke kamar mandi.

Istrinya, yang tak tahu bahaya asbes, mengambil pakaian itu dan mengibaskannya di luar rumah. Tanpa disadari, debu asbes beterbang ke udara dan keduanya pun menghirup serat-serat maut itu.

Mengapa Asbeg Begitu Berbahaya?

Jika dilihat di bawah mikroskop dengan perbesaran 100 kali, serat asbes tampak seperti jarum baja yang sangat halus namun tajam. Ukurannya yang mikroskopis membuatnya mudah terhirup dan masuk ke paru-paru.

Begitu masuk, serat-serat ini menancap di alveolus (kantung udara kecil di paru-paru) dan tidak bisa dikeluarkan oleh tubuh. Lama-kelamaan, serat asbes mengiritasi jaringan paru-paru, memicu asbestosis (jaringan parut di paru-paru), kanker paru-paru, hingga mesothelioma (kanker ganas pada lapisan paru-paru atau perut).

Yang paling mengerikan, penyakit akibat asbes bisa “tidur” selama 10-40 tahun sebelum gejalanya muncul. Artinya, seseorang bisa terpapar hari ini, tetapi baru merasakan dampaknya puluhan tahun kemudian.

Asbes Tak Bisa Dimusnahkan, Bahkan oleh Tubuh

Serat asbes bersifat tahan asam, basa, panas, dan api. Tak ada lingkungan ekstrem yang bisa mengurainya, termasuk sistem kekebalan tubuh manusia. Begitu masuk, ia akan tinggal selamanya dan terus merusak jaringan secara perlahan.

Langkah Pencegahan yang Harus Diambil

  • Hindari Kontak Langsung – Jangan memotong, menggerinda, atau menghancurkan asbes tanpa alat pelindung.
  • Gunakan Masker N95 atau Respirator – Masker biasa tidak cukup untuk menyaring serat asbes.
  • Basahi Sebelum Membersihkan – Untuk mengurangi debu, semprot asbes dengan air sebelum dibersihkan.
  • Buang Pakaian Terkontaminasi dengan Benar – Cuci terpisah atau langsung buang jika sudah terpapar berat.
  • Ganti Atap Asbes dengan Material Lebih Aman – Pertimbangkan menggunakan seng, polycarbonate, atau genteng keramik.

Jangan tunggu sampai gejala muncul. Lindungi diri dan keluarga sekarang juga!

Baca Lainnya

Bukan Cuma Keturunan, Studi Terbaru Ungkap Gula Darah Tinggi Bisa Jadi “Bensin” Tumor

9 Maret 2026 - 01:16 WIB

Bukan Cuma Keturunan, Studi Terbaru Ungkap Gula Darah Tinggi Bisa Jadi "Bensin" Tumor

Krisis Dokter Anestesi di Papua, Uncen Buka Program Spesialis Pertama

5 Maret 2026 - 01:45 WIB

Serah Terima Jabatan, Dwi Sudarwanto Plt Direktur RSUD Jatisampurna

2 Maret 2026 - 16:49 WIB

Satu dari Empat Dewasa Alami Obesitas, Ini Kata Dokter Luciana Primaya Hospital Kelapa Gading

2 Maret 2026 - 02:00 WIB

Satu dari Empat Dewasa Alami Obesitas, Ini Kata Dokter Luciana Primaya Hospital Kelapa Gading

Penanganan Penyintas Kanker Lansia, Ini Kata dr. Daniel Rizky Primaya Hospital Semarang

20 Februari 2026 - 01:00 WIB

Penanganan Penyintas Kanker Lansia, Ini Kata dr. Daniel Rizky Primaya Hospital Semarang
Trending di Gaya Hidup Sehat