MatrasNews, Yogyakarta – Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) menegaskan bahwa Generasi Milenial dan Z memiliki peran strategis sebagai motor penggerak transformasi digital layanan pertanahan nasional.
Hal ini disampaikan langsung oleh Direktur Jenderal Penetapan Hak dan Pendaftaran Tanah (PHPT) ATR/BPN, Asnaedi.
Dalam Diskusi Agraria V yang digelar Sekolah Tinggi Pertanahan Nasional (STPN) di Yogyakarta, Asnaedi menyatakan generasi muda dinilai memiliki keseimbangan hard skill dan soft skill yang mampu melahirkan inovasi berbasis teknologi.
“Kita berharap munculnya Gen Y dan Z yang matang secara ilmu, keterampilan, kepercayaan diri, dan kemauan kuat ini menjadi fondasi untuk menjadi motor penggerak transformasi digital ATR/BPN. Teman-teman semua yang ada di STPN merupakan bagian dari generasi tersebut,” ujar Asnaedi, seperti dikutip dalam siaran pers, Minggu (5/10/2025).
Transformasi digital di lingkungan ATR/BPN telah menunjukkan kemajuan signifikan. Penerapan Sertipikat Elektronik (e-Sertipikat) menjadi tonggak awal, yang kemudian disusul dengan layanan Peralihan Hak Elektronik (e-Peralihan) di hampir seluruh provinsi pada 2025.
Asnaedi juga memaparkan peta jalan digital ke depan. Mulai 2026, sertipikat konvensional cetak akan menjadi opsi, sementara sertipikat digital menjadi bentuk utama untuk meminimalisir pemalsuan.
“Mulai tahun 2028, layanan pertanahan diharapkan sudah fully digital dengan penerapan blockchain pertanahan dan smart contract,” jelasnya.
Lebih jauh lagi, Kementerian ATR/BPN sedang mempersiapkan Generative Artificial Intelligence (AI) Pertanahan. AI ini akan berfungsi sebagai asisten digital bagi pegawai dan pemangku kebijakan untuk pengambilan keputusan yang cepat dan akurat, serta mengintegrasikan seluruh regulasi dalam satu platform.
Dalam kesempatan yang sama, Asnaedi menekankan pentingnya peran Taruna dan Taruni STPN sebagai bagian dari ekosistem perubahan. Transformasi STPN menjadi Politeknik Pertanahan Nasional disebutnya sebagai langkah strategis untuk memperkuat kapasitas SDM yang siap menghadapi tantangan digital.
“Dengan transformasi Sekolah Tinggi Pertanahan menjadi Politeknik, diharapkan Taruna/i akan lebih percaya diri, kreatif, dan siap menjadi bagian dari masa depan ATR/BPN dan bangsa Indonesia,” kata Asnaedi.
Diskusi yang mengusung tema “Peran Strategis Generasi Z dalam Inovasi dan Keadilan Pertanahan” ini dihadiri oleh 376 Taruna/i STPN serta perwakilan mahasiswa dari beberapa perguruan tinggi di Yogyakarta.
Forum ini menekankan kolaborasi lintas generasi untuk menciptakan inovasi layanan pertanahan yang berbasis teknologi dan berkeadilan.
Langkah digitalisasi ATR/BPN ini sejalan dengan komitmen pemerintah untuk memperkuat tata kelola yang efektif, transparan, serta mewujudkan pemerataan ekonomi melalui reforma agraria.

https://demo.pojoksoft.com/kibaran/wp-content/uploads/2024/01/230313-ayla2-160x600-v2.jpg










