“Sinergi antara organisasi profesi, perguruan tinggi, dan industri merupakan langkah penting dalam mempersiapkan calon arsitek yang bukan hanya memiliki kompetensi teknis, tetapi juga pemahaman yang lebih baik terhadap kebutuhan dan tantangan dunia kerja yang terus berkembang,” tutur Imam.
Dalam kompetisi ini, setiap tim diberikan waktu untuk mengolah gagasan sebelum mempresentasikan rancangannya di hadapan dewan juri. Dewan juri yang bertugas menilai mencakup Ar. Nurseto Nugroho (Associate Architect Aboday Design), Ar. Aris Nuryahya (Associate Architect UrbanPlus), Stanislas Dinda (Technical Marketing Manager PT NS BlueScope Lysaght Indonesia), dan Ar. Sigit Supriadi (perwakilan IAI Bekasi).
Selain kualitas desain, juri mempertimbangkan fungsionalitas, inovasi, keberlanjutan, serta relevansi solusi terhadap kebutuhan pengguna kampus.
Sebagai bagian dari rangkaian program, acara ini diawali dengan webinar pra-kompetisi dua minggu sebelum pelaksanaan Design Sprint untuk memberikan wawasan proses perancangan praktis.
Sesi webinar tersebut menghadirkan narasumber profesional, yakni Ar. Vicentius Hermawan (Director of Architecture & Partner UrbanPlus), Ar. Gregorius Agie Aditama (Director of Operations Aboday Design), serta Stanislas Dinda (Technical Marketing Manager PT NS BlueScope Lysaght Indonesia).
Penyelenggaraan Student Design Sprint Competition 2026 ini diharapkan dapat menjadi ruang belajar yang mempertemukan mahasiswa dengan praktisi untuk memahami dinamika dunia nyata.
PT NS BlueScope Lysaght Indonesia dan IAI Komwil Bekasi berkomitmen untuk terus menghadirkan program kolaboratif guna mendukung lahirnya generasi arsitek yang inovatif, adaptif, dan siap berkontribusi bagi pembangunan lingkungan binaan di masa depan.
Ikuti berita terkini di Google News















Komentar ditutup.