Menu

Mode Gelap
Anggota DPRD Kota Bekasi, Ahmad Murodi Desak KAI Tutup Perlintasan Sebidang Berita Terkini 16 Tewas, 91 Luka Tragedi Tabrakan KA di Bekasi Timur Gubernur Jabar Dedi Mulyadi Jenguk Korban Tabrakan KRL, Minta Pasang Palang Pintu Darurat Uji Coba KRL Bekasi–Cikarang Berlangsung Aman Wamen Ekraf Apresiasi Kolaborasi Kreatif Aniwayang Live di Museum Nasional Camat Jatiasih Sampaikan 5 Poin Penting Hadapi Musim Kemarau ‎

PAREKRAF

Catat! ini Kriteria Penilaian Anugrah Desa Wisata Indonesia 2022

badge-check


					Foto : Desa Wisata Tinalah DIY Masuk 50 Besar ADWI 2021 Perbesar

Foto : Desa Wisata Tinalah DIY Masuk 50 Besar ADWI 2021

Matras News – Dalam ajang Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2022 yang merupakan program unggulan Kemenparekraf/Baparekraf, terdapat kategori penilain baru yakni kelembagaan desa, yang bertujuan untuk menunjukkan kolaborasi antara masyarakat dalam upaya mengembangkan potensi desa di wilayah masing-masing, sehingga diharapkan mampu memberikan nilai tambah dan menciptakan peluang usaha serta lapangan kerja.

Menparekraf, Sandiaga Salahuddin Uno, dalam acara Bimbingan Teknis dan Workshop Online Zona I & II ADWI 2022, di Jakarta, Rabu (16/3/2022), mengatakan” kelembagaan desa menjadi poin penting dalam penilaian ADWI 2022. Pasalnya masyarakat desa yang sadar wisata, kreatif, inovatif, dan kolaboratif akan menjadi ujung tombak dari pengembangan desa wisata tersebut “, katanya. 

Kelembagaan desa juga sesuai dengan konsep community based tourism (pariwisata berbasis masyarakat). Dimana konsep ini mengedepankan masyarakat sebagai pelaku utama dalam pengembangan pariwisata desa secara berkelanjutan.

“Insya Allah, dengan memperkuat kolaborasi melalui kelembagaan desa, tahun ini akan  menjadi tahun kebangkitan ekonomi kita,” ujar Menparekraf.

Salah seorang anggota Dewan Juri ADWI 2022, Panca R. Sarungu, menambahkan kelembagaan desa sebagai kriteria terbaru dalam ajang ADWI 2022 ini akan menunjukkan seberapa besar dan seberapa kuat kolaborasi yang terjadi di tiap desa wisata.

“Karena menurut saya sejatinya dengan kolaborasi dapat mewujudkan impian, harapan, serta cita-cita di tiap desa wisata menjadi destinasi yang unggul dan berkelas dunia,” katanya

Selain kelembagaan desa, ada enam kategori penilaian lainnya, yakni daya tarik wisata, homestay, konten digital dan kreatif, suvenir, toilet, dan CHSE (Cleanliness, Health, Safety, and Environmental Sustainability).

Menparekraf berharap agar seluruh desa wisata yang ada di Indonesia mendaftarkan desanya melalui laman website jadesta.kemenparekraf.go.id. Karena dari data tahun 2021, dari total 7.275 desa wisata Indonesia, yang mendaftar baru sekitar 25 persen dari jumlah tersebut. Sehingga tahun ini, Menparekraf menargetkan 3.000 desa yang masuk ke dalam jaringan desa wisata.

“Mohon didaftarkan desa wisatanya, agar target kita tercapai 100 persen,” ucap Menparekraf.

Bimbingan Teknis dan Workshop Online pada Zona I & II ADWI 2022 sendiri dimaksud untuk memberikan pemahaman secara komprehensif mengenai tujuh kategori penilaian serta tata cara pendaftaran ADWI 2022. Adapun kegiatan ini dilakukan secara bertahap yang dibagi perzona, sebagai berikut:

1. Rabu, 16 Maret 2022 meliputi Zona I (Kalimantan Utara, Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan) dan Zona II (Sulawesi Utara, Sulawesi Barat, Sulawesi Tengah, Sulawesi Utara, Sulawesi Selatan, dan Gorontalo).

2. Kamis, 17 Maret 2022 meliputi Zona III (Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Maluku, Maluku Utara, Papua, dan Papua Barat) dan Zona IV (DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, D.I Yogyakarta, dan Jawa Timur).

3. Jumat, 18 Maret 2022 meliputi Zona V (Aceh, Sumatra Utara, Sumatra Barat, Sumatra Selatan, dan Bengkulu) dan Zona VI (Riau, Kepulauan Riau, Kepulauan Bangka Belitung, Jambi, dan Lampung.

(her)

Baca Lainnya

Say Monanggedeon: Sukseskan Desa Wisata Kota Bekasi dengan Konsep Urban Farming

14 Februari 2025 - 01:08 WIB

Say Monanggedeon Sukseskan Desa Wisata Kota Bekasi dengan Konsep Urban Farming

Taman Parapuar Akan Jadi Daya Tarik Baru Wisata Alternatif di Labuan Bajo NTT

29 Juli 2024 - 20:50 WIB

Taman Parapuar Akan Jadi Daya Tarik Baru Wisata Alternatif di Labuan Bajo NTT

Kemenparekraf Perkuat Kolaborasi Tingkatkan Atraksi dan Amenitas di Destinasi Wisata

22 Juli 2024 - 21:05 WIB

Kemenparekraf Perkuat Kolaborasi Tingkatkan Atraksi dan Amenitas di Destinasi Wisata

Kembangkan Sektor Parekraf Melalui Travel & Tourism Development Index Indonesia

1 Juli 2024 - 21:28 WIB

Kembangkan Sektor Parekraf Melalui Travel & Tourism Development Index Indonesia

Kemenparekraf Luncurkan Wonderful Indonesia Co-Branding School Break 2024

24 Juni 2024 - 21:40 WIB

Kemenparekraf Luncurkan Wonderful Indonesia Co-Branding School Break 2024
Trending di PAREKRAF