Ketua DPRD Kota Bekasi memberikan apresiasi kepada Disdik yang memberikan fleksibilitas bagi sekolah terdampak abu vulkanik untuk menerapkan PJJ demi keselamatan siswa.
MATRASNEWS, BEKASI – Ketua DPRD Kota Bekasi, Sardi Efendi, memberikan apresiasi terhadap langkah Dinas Pendidikan Kota Bekasi yang memberikan opsi Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) kepada sekolah-sekolah. Kebijakan ini merupakan respons atas kondisi sebaran abu vulkanik akibat erupsi Gunung Anak Krakatau yang mulai dirasakan di wilayah Bekasi sejak akhir pekan lalu.
Menurut Sardi, langkah tersebut dinilai responsif dan tepat sebagai bentuk antisipasi dini. Keselamatan dan kesehatan peserta didik, guru, serta seluruh warga sekolah harus menjadi pertimbangan utama tanpa mengabaikan proses pendidikan.
“Kebijakan belajar daring ini merupakan langkah yang cukup tepat sebagai antisipasi terhadap kondisi abu vulkanik. Prinsip utamanya adalah keselamatan dan kesehatan anak-anak kita,” ujar Sardi Efendi, Senin (7/9/2026).
Sardi menegaskan, meskipun kegiatan belajar tatap muka perlu menyesuaikan perkembangan situasi, proses pendidikan tidak boleh berhenti. Melalui sistem PJJ, peserta didik tetap mendapatkan layanan pendidikan dari rumah dengan mengutamakan keamanan dan kesehatan.
Ia memberikan apresiasi kepada Dinas Pendidikan yang telah memberi ruang bagi sekolah untuk menyesuaikan pola pembelajaran berdasarkan kondisi lapangan.
“Kami memberikan apresiasi kepada Dinas Pendidikan Kota Bekasi yang telah memberikan opsi bagi sekolah-sekolah untuk menerapkan PJJ. Ini menunjukkan adanya kepedulian dan respons cepat dalam melindungi peserta didik, tanpa menghilangkan hak anak untuk tetap mendapatkan layanan pendidikan,” katanya.
Meski mengapresiasi kebijakan tersebut, Sardi meminta Dinas Pendidikan melakukan monitoring dan evaluasi, khususnya terhadap sekolah-sekolah yang belum menerapkan pembelajaran daring. Koordinasi cepat antara Disdik, kepala sekolah, dan penyelenggara pendidikan, termasuk yayasan swasta, dinilai penting agar kebijakan antisipasi berjalan terkoordinasi.
“Kami juga meminta Dinas Pendidikan untuk segera melakukan monitoring dan evaluasi. Kepala sekolah dan penyelenggara pendidikan harus segera dikoordinasikan agar langkah penanganannya seragam dan tidak ada sekolah yang berjalan sendiri-sendiri,” tegasnya.
Sardi menekankan pentingnya langkah pencegahan dalam menghadapi kondisi berpotensi berdampak pada kesehatan masyarakat. Ia mengimbau seluruh elemen pemerintah dan masyarakat membangun koordinasi agar setiap perkembangan situasi dapat direspons cepat dan tepat.
Jangan sampai kita terlambat mengambil langkah. Lebih baik melakukan pencegahan sejak dini. Keselamatan anak-anak, guru, dan warga sekolah harus menjadi prioritas bersama,” ungkapnya.
Selain dunia pendidikan, Sardi mengimbau seluruh masyarakat Kota Bekasi tetap tenang dan tidak panik. Ia meminta warga waspada, mengikuti arahan pemerintah, dan menjaga kesehatan diri dan keluarga.
“Gunakan masker saat beraktivitas di luar rumah apabila diperlukan, kurangi aktivitas di luar yang tidak terlalu penting, dan yang paling utama tetap utamakan keselamatan serta kesehatan keluarga,” imbaunya.
Sardi berharap koordinasi antara Pemkot Bekasi, Dinas Pendidikan, satuan pendidikan, yayasan, dan seluruh elemen masyarakat terus diperkuat. Dengan langkah terukur dan semangat kebersamaan, keselamatan masyarakat diharapkan tetap terjaga tanpa menghambat hak anak-anak Kota Bekasi untuk mendapatkan layanan pendidikan.
Berdasarkan data dari Dinas Pendidikan Kota Bekasi, Surat Edaran Nomor 100.3.4/3/DISDIK.PTK tentang Peningkatan Kewaspadaan terhadap Abu Vulkanik telah diterbitkan pada Minggu (6/9/2026). Kebijakan ini sejalan dengan instruksi Gubernur Jawa Barat yang mengizinkan sekolah terdampak abu vulkanik untuk melaksanakan PJJ guna meminimalkan risiko kesehatan.
Ikuti berita terkini di Google News











Komentar ditutup.