Letusan menerus disertai lava fountain, abu mencapai ketinggian 14,6 kilometer. Otoritas penerbangan menutup sementara Bandara Soekarno-Hatta, Halim, Radin Inten II, dan Budiarto.
MATRASNEWS, BANDAR LAMPUNG — Aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK) di Selat Sunda masih berlangsung hingga akhir pekan ini. Erupsi menerus mulai teramati pada Jumat (4/9) pukul 23.07 WIB, disertai suara gemuruh dan fenomena lava fountain yang terlihat dari Pos Pengamatan Pasauran, Serang.
Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mencatat satu kali gempa letusan menerus dengan amplitudo maksimum 70 milimeter dan durasi 21.600 detik atau sekitar enam jam pada periode pengamatan Sabtu (5/9) pukul 00.00–06.00 WIB. Kolom abu terpantau mencapai FL480 atau 14,6 kilometer di atas permukaan laut, dengan arah dominan ke barat hingga barat daya berdasarkan pemantauan satelit Himawari dan VAAC Darwin.
Dampak paling terasa menyasar sektor penerbangan. Empat bandara terpaksa ditutup sementara mulai Minggu (6/9) dini hari sebagai langkah keselamatan menyusul sebaran abu vulkanik di ruang udara. Bandara Soekarno-Hatta (CGK) ditutup pukul 02.08–09.30 WIB, Bandara Halim Perdanakusuma (HLP) pukul 07.20–10.00 WIB, Bandara Radin Inten II Lampung (TKG) pukul 04.18–10.00 WIB, dan Bandara Budiarto Curug (RTO) pukul 06.48–09.30 WIB.
“Penutupan ini sebagai langkah keselamatan penerbangan. Status operasional dapat berubah mengikuti perkembangan sebaran abu dan kondisi ruang udara,” demikian pernyataan resmi otoritas bandara.
Ikuti berita terkini di Google News











Komentar ditutup.