MATRASNEWS, BEKASI – Anggota DPRD Kota Bekasi dari Fraksi PKB, Rizki Topananda, merespons cepat keluhan warga terkait banjir di Kelurahan Harapan Baru, Bekasi Utara. Respon disampaikan dalam acara Jejaring Aspirasi di Kampung Penggilingan Baru RW 05, Minggu, 15 Februari 2026.
Rizki menyatakan bahwa wilayah Harapan Baru sangat rentan banjir. Penyebab utamanya adalah luapan Sungai Bekasi, baik akibat hujan lokal maupun kiriman air dari daerah lain. “Jadi sungai Bekasi itu kalau meluap apalagi kiriman, di sini enggak hujan aja, pasti kena banjir,” ujarnya.
Untuk mengatasi persoalan tersebut, Rizki mengusulkan sejumlah solusi struktural kepada pemerintah. Pertama, normalisasi atau pengerukan sedimentasi sungai agar aliran air tidak tersendat. Kedua, pembangunan turap guna mencegah longsor yang mengancam lahan pemukiman dan pemakaman warga.
Selain itu, ia mendorong pembuatan lubang resapan atau biopori. Inisiatif ini bisa disinergikan dengan program aspirasi dewan yang memiliki anggaran. “Masyarakat bisa punya cara sendiri untuk menangani banjir minimal, bisa meminimalisir kebanjiran,” jelasnya.
Rizki juga mengusulkan pembuatan kolam retensi (folders) di lahan yang berbatasan dengan sungai. Menurutnya, meski lahan tersebut merupakan kewenangan pemerintah pusat, pemerintah kota siap bersinergi secara administratif agar program dapat direalisasikan pada tahun 2026 ini.
Di luar persoalan banjir, ia menyoroti kemacetan di jalan-jalan protokol wilayah utara. Beberapa ruas jalan utama, termasuk akses menuju kawasan Imam Bonjol, ditargetkan segera dituntaskan untuk mengurai kepadatan kendaraan, khususnya pada jam berangkat dan pulang kerja.
Ikuti berita terkini di Google News, klik di sini.











