Kebakaran hutan dan lahan di Gunung Bromo meluas hingga 60 hektare, memaksa penutupan kawasan wisata dan pengerahan bantuan udara dari BNPB.
Kobaran Api Meluas ke Dua Kabupaten
MATRASNEWS, JAWA TIMUR – Kebakaran hutan dan lahan melanda kawasan Gunung Bromo, Provinsi Jawa Timur, sejak Senin (3/8) pukul 17.00 WIB. Hingga Rabu (5/8) pukul 16.45 WIB, luas lahan terbakar mencapai kurang lebih 60 hektare yang tersebar di dua wilayah administratif. Di Kabupaten Probolinggo, api melalap sekitar 10 hektare lahan di kawasan Watu Gede, Desa Sariwani, Kecamatan Sukapura. Sementara di Kabupaten Malang, sekitar 50 hektare lahan di kawasan Jantur, Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) ikut terbakar. Hingga saat ini, tidak terdapat laporan korban jiwa akibat kejadian tersebut.
Tim gabungan dari BPBD Provinsi dan Kabupaten, Balai Besar TNBTS, Polisi Kehutanan (Polhut), TNI, Polri, serta relawan dikerahkan untuk memadamkan api. Upaya darat dilakukan dengan mengerahkan satu unit mobil pemadam kebakaran, peralatan pemukul api atau gepyok, alat semprot (sprayer), dan satu unit mobil tangki air. BPBD juga mengerahkan pesawat nirawak (drone) untuk memonitor sebaran titik api.
Proses pemadaman terkendala medan. Sejumlah titik api berada di lereng Kaldera Bromo dengan kontur terjal dan sulit dijangkau oleh personel pemadaman darat. Selain itu, kondisi angin kencang di sekitar lokasi berpotensi mempercepat perambatan api.
Berdasarkan perkembangan terkini pada Rabu (5/8), api di Blok Bantengan hingga Pusung Jantur, wilayah administratif Desa Sariwani, Kabupaten Probolinggo, berhasil dipadamkan pada pukul 15.00 WIB. Namun, masih terdapat satu titik api di kawasan tersebut yang belum dapat dipadamkan karena berada di medan ekstrem dengan kontur terjal . Sementara itu, di sekitar tugu perbatasan Kabupaten Malang dan Kabupaten Lumajang juga masih terpantau adanya sisa titik api.
Peristiwa karhutla di kawasan Gunung Bromo turut menjadi perhatian pemerintah pusat. Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Dr. Suharyanto, S.Sos., M.M menginstruksikan jajaran untuk memberikan dukungan percepatan penanganan melalui operasi pemadaman udara.
BNPB akan mengerahkan dua unit helikopter water bombing mulai Kamis (6/8) untuk membantu pemadaman titik-titik api yang berada di kawasan lereng dengan medan terjal dan sulit dijangkau oleh tim darat. Operasi pemadaman melalui jalur udara menjadi salah satu solusi yang diharapkan dapat menekan perluasan kebakaran serta mempercepat penanganan di kawasan terdampak.
Selain operasi water bombing, BNPB juga tengah menyiapkan dukungan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) sebagai langkah tambahan untuk mendukung penanganan karhutla. Pelaksanaan OMC akan disesuaikan dengan perkembangan kondisi cuaca dan kebutuhan di lapangan.
















Komentar ditutup.