Menu

Breaking News

Gaya Hidup Sehat

DKI Jakarta Gelar Imunisasi Kejar Campak Serentak Sepanjang Maret 2026

badge-check

FOTO: Data Kementerian Kesehatan RI Perbesar

FOTO: Data Kementerian Kesehatan RI

Di DKI Jakarta sendiri, sepanjang 2025 tercatat 6.930 kasus suspek campak, dengan 1.514 kasus di antaranya terkonfirmasi melalui pemeriksaan laboratorium. Proporsi kasus terkonfirmasi mencapai 10 hingga 13 persen dari total laporan.

“Angka ini menunjukkan potensi penularan masih perlu diwaspadai, sehingga upaya pencegahan harus terus diperkuat,” ujar Sri Puji dalam sosialisasi pelaksanaan program, Jumat (6/3/2026).

Memasuki 2026, laporan sementara mencatat 1.082 kasus suspek campak, meski sebagian masih menunggu hasil konfirmasi laboratorium. Kewaspadaan semakin diperlukan karena wilayah penyangga seperti Tangerang telah ditetapkan Kementerian Kesehatan sebagai daerah yang perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap penularan campak.

“Artinya wilayah tersebut sangat dekat dengan DKI Jakarta. Oleh sebab itu kita harus sama-sama waspada agar tidak terjadi KLB,” jelasnya.

Meski cakupan imunisasi campak-rubella di DKI Jakarta terbilang tinggi—MR1 mencapai 100,63 persen dan MR2 sekitar 99 persen pada 2025—masih ditemukan anak yang belum menyelesaikan imunisasi lengkap. Angka drop out imunisasi tercatat sekitar 1,3 persen atau setara 2.853 anak.

“Walaupun persentasenya kecil, jumlah absolutnya cukup besar dan berpotensi menimbulkan kerentanan terhadap penularan campak,” kata Sri Puji.

Program imunisasi kejar ini menyasar anak usia 9 hingga 59 bulan yang belum mendapatkan imunisasi lengkap. Pelaksanaan dilakukan di fasilitas pelayanan kesehatan maupun melalui penjangkauan oleh puskesmas. Tenaga kesehatan juga diminta aktif menanyakan status imunisasi anak yang datang berobat.

“Jika ditemukan anak yang belum lengkap imunisasinya, maka langsung diberikan imunisasi sesuai ketentuan,” ujarnya.

Sri Puji mengakui pelaksanaan program pada bulan Ramadan dan mendekati periode mudik Lebaran memiliki tantangan tersendiri. Namun ia optimistis target dapat tercapai jika seluruh tenaga kesehatan bergerak bersama.

“Saya yakin jika kita lakukan bersama-sama dan serentak, tidak ada yang tidak mungkin kita selesaikan,” ujarnya.

Ia berharap kegiatan ini dapat memperkuat perlindungan kesehatan anak sekaligus mencegah risiko kematian akibat penyakit yang sebenarnya dapat dicegah melalui imunisasi.

“Ini adalah upaya kita bersama untuk menjaga kesehatan balita di DKI Jakarta,” pungkasnya.

 

Ikuti berita terkini di Google News, klik di sini.

Komentar ditutup.

Baca Lainnya

Kampung KB Kenanga Siap Wakili Jabar di Tingkat Nasional

30 Jul 2026 - 02:03 WIB

Kampung KB Kenanga Siap Wakili Jabar di Tingkat Nasional

RSUD Jatisampurna dan PMI Bekasi Jaring 34 Kantong Darah dari Aksi Donor

29 Jul 2026 - 08:31 WIB

RSUD Jatisampurna dan PMI Bekasi Jaring 34 Kantong Darah dari Aksi Donor

Pfizer Dorong Akses Inovasi untuk Lawan ‘Pandemi Senyap’ AMR

29 Jul 2026 - 00:13 WIB

Pfizer Dorong Akses Inovasi untuk Lawan ‘Pandemi Senyap’ AMR

Uji Simulasi Darurat DBD, CDC dan Kemenkes RI Evaluasi Kesiapan Operasional

22 Jul 2026 - 00:07 WIB

Uji Simulasi Darurat DBD, CDC dan Kemenkes RI Evaluasi Kesiapan Operasional

RS Karunia Kasih Jatiwaringin Jaring Kesehatan Lansia Lewat Komunitas Sepeda

14 Jul 2026 - 13:30 WIB

RS Karunia Kasih Jatiwaringin Jaring Kesehatan Lansia Lewat Komunitas Sepeda
Trending di Gaya Hidup Sehat