MATRASNEWS, BEKASI – Anggota DPRD Kota Bekasi, Wildan Fathurrahman, menjaring aspirasi masyarakat di daerah pemilihannya. Politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu menyebut ada tiga tuntutan utama yang disuarakan warga, mulai dari persoalan BPJS hingga kebutuhan fasilitas umum dan pendidikan.
Dalam keterangannya, Rabu (18/2), Wildan mengungkapkan bahwa masih banyak warga yang mengeluhkan status kepesertaan BPJS Kesehatan yang nonaktif. Ia mendorong pemerintah kota untuk mempercepat proses aktivasi kembali agar warga bisa mengakses layanan kesehatan.
“Suasana masih diserbu soal penonaktifan BPJS. Kami minta ada kecepatan dalam proses aktivasi bagi warga yang belum punya,” ujar Wildan.
Aspirasi kedua datang dari warga di wilayah perkampungan yang mendesak adanya pembebasan lahan untuk fasilitas sosial dan fasilitas umum (fasos-fasum). Menurut Wildan, selama ini sulit membangun infrastruktur lingkungan seperti posyandu, lapangan olahraga, atau balai RW karena tidak tersedia lahan pemerintah di perkampungan.
“RTRW perkampungan itu sulit untuk membangun prasarana lingkungan. Warga mendesak agar segera ada pembebasan lahan untuk fasos fasum di wilayah RT/RW,” jelasnya.
Tuntutan ketiga berkaitan dengan pemerataan akses pendidikan. Wildan menyoroti satu kelurahan di wilayahnya, yakni Mustikasari, yang hingga kini belum memiliki sekolah menengah pertama (SMP) negeri. Padahal, peletakan batu pertama telah dilakukan pada 2025, namun pembangunan belum juga terealisasi.
Sebagai solusi jangka pendek, warga berharap program SMP gratis dapat dijalankan dengan melibatkan sekolah-sekolah swasta. “Anak-anak kita meski sekolah di swasta, biayanya di-cover Pemkot. Ini harapan warga agar program tersebut bisa berjalan di tahun 2026,” tandasnya.
Wildan menegaskan bahwa ketiga aspirasi ini bukanlah program baru, melainkan upaya afirmasi terhadap kebutuhan mendasar warga yang belum terpenuhi.
Ikuti berita terkini di Google News, klik di sini.











