Menu

Mode Gelap
Komisi II DPRD Kota Bekasi Kunjungi Korban Kecelakaan KA di RSUD CAM DPRD Kota Bekasi Alit Jamaludin: Kecelakaan KA Jangan Sampai Terulang Ketua Komisi II DPRD Kota Bekasi Tinjau Lokasi Perlintasan KA di Jalan Ampera Disdamkarmat Kota Bekasi Raih Juara Umum NFSC 2026 di Palembang Presiden Prabowo Resmikan 13 Proyek Hilirisasi Tahap II Menhan Sjafrie Tinjau Latsarmil Komcad ASN

News

Engelina Pattiasina, Mengenang Sang Ekonom, Rizal Ramli

badge-check


					Engelina Pattiasina, Mengenang Sang Ekonom, Rizal Ramli Perbesar

Matras News – Kabar mengejutkan muncul ketika sebuah pesan masuk ke telepon seluler yang meng-informasikan, Sang Ekonom, Dr, Rizal Ramli telah berpulang pada Selasa ( 2/1-2024), di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), Jakarta Pusat.

Memang beberapa waktu belakangan ini, tidak ada kabar mengenai Rizal Ramli, ungkap Engelina Pattiasina, menurutNya, Bung Rizal,  selalu “mewarnai” berbagai diskusi publik mengenai berbagai persoalan negara, terutama soal perekonomian bangsa ini.

Beberapa pesan yang dikirim, tutur Engelina, ke telepon selulernya,  hanya centang satu, artinya, ujarnya, tidak terbaca oleh Bung Rizal,  sebenarnya (Saya) sempat bertanya – tanya ada apa dengan Bung Rizal,?.

Engelina menambahkan, biasanya Dia sering berdiskusi dengan Bung Rizal lewat Whatsapp atau pun lewat komunikasi langsung via telephone.

Namun belakangan sangat sulit untuk komunikasi, karena  telepon Bung Rizal Ramli sering tidak aktif, ujar Engelina.

Sebagai mitra kerja, sewaktu Saya masih menjabat sebagai anggota DPR – RI / MPR -RI 1999 – 2004, saat itu ujar Engelina Pattiasina,  Bung Rizal Ramli menjadi Mentri Keuangan dan Mentri Koordinator Ekonomi.

Persahabatan Kami,  tutur Engelina,  sebagai mitra kerja tetap terjalin sampai saat ini.

Engelina Pattiasina menuturkan, sosok Bung Rizal Ramli, adalah seorang Ekonom Profesional yang memilikki sikap yang konsisten dalam setiap persoalan, terkait hak dan kedaulatan ekonomi Negara.

Keberpihakkan  Bung Rizal Ramli terhadap ekonomi rakyat,  tidak perlu diragukan lagi,  karena memang Saya mengetahui persis, bahwa komitment Bung Rizal tidak akan berubah.

Bung Rizal sangat memegang komitment itu, baik masih dalam pemerintahan maupun diluar pemerintahan.

Dalam suatu kesempatan, ungkap Engelina, ketika Dia bertemu dengan Bung Rizal Ramli, pada 2015 lalu, pertemuan itu tidak direncanakan di sebuah pusat berbelanjaan di Jakarta, Bung Rizal nampaknya baru saja selesai diwawancarai oleh salah satu Stasiun Televisi yang nota bene berada di gedung yang sama.

Engelina menambahkan,  bahwa saat itu Rizal Ramli sedang mencari Cafe untuk istirahat sejenak, di Cafe itulah Kami secara khusus terlibat saling tukar pendapat, diskusi “kecil” itu terkait membahas pengembangan Blok Masela ( Maluku ), dimana proyek ini hendak dikelola pemerintah dengan sistem melalui kilang terapung.

Intinya dalam diskusi itu, ujar Engelina, Kami sepakat, sejalan,  satu pemikiran bahwa pengelolaan Blok Masela dengan cara terapung, tidak akan membawa dampak ekonomi apapun terhadap perbaikkan ekonomi Rakyat.

Sebab gas yang diambil melalui kilang terapung, tutur Engelina Pattiasina, kemudian untuk dikirim ke beberapa tempat,  sama sekali tidak memberikan dampak ekonomi bagi Masyarakat Maluku.

Lebih lanjut Engelina, mengatakan, karena Dia dan Rizal Ramli tidak berada dalam sistem kekuasaan, sehingga praktis hanya mendorong kesadaran melalui publikasi di ruang publik.

Setelah berselang beberapa waktu, tidak lama kemudian, pasca diskusi di Pusat berbelanjaan itu, Presiden Joko Widodo melakukan perombakkan Kabinet, alhasil, kabar berita, Rizal Ramli diangkat sebagai Menko Kemaritiman sekaligus mengkoordinir Bidang Energi.

Pada prinsipnya, Bung Rizal Ramli tidak setuju dengan produksi kilang gas Blok Masela dengan cara terapung, karena sistem terapung tidak memberikan Multiplier effect terhadap ekonomi di Maluku.

Dengan begitu, ujar Engelina, sikap Bung Rizal Ramli tersebut,  menjadi daya dorong bagi rekan – rekan dan juga Saya (Engelina), untuk terus mendesak agar Presiden RI, Jokowi, memindahkan kilang terapung menjadi kilang darat.

Persoalan pemindahan kilang terapung ini tidaklah semudah itu, tutur Engelina,  karena sejumlah Tokoh “Kunci” mereka berada di sekitar Presiden, mereka itulah yang ikut serta dalam mengambil kebijakan, karena justru mereka menginginkan agar eksplorasi kilang gas tetap berada di laut (terapung), dengan dalih bahwa pengembangan secara terapung itu lebih murah.

Menurut Engelina, silang pendapat terkait pengembangan Kilang Gas Blok Masela, antara eksplorasi di laut dan di darat terus mendapat tantangan,  terutama dari pihak investor,  namun Kami juga punya argumentasi yang kuat,  sehingga membuat Rizal Ramli untuk “mendorong”   terus, agar Presiden Joko Widodo untuk mengambil kebijakan memindahkan kilang Blok Gas Masela dari laut ke darat.

Obyektivitas dan kemampuan Rizal Ramli, adalah “taruhan” sebuah harapan bagi Rakyat Maluku, ujar Engelina.

Artinya, pengembangan Blok Masela dibutuhkan pemikiran terhadap dampak ekonomi bagi Provinsi Maluku.

Dengan begitu,  Kekayaan Sumber Daya Alam Maluku, tidak dikuras begitu saja oleh investor, tetapi membawa kesejahteraan bagi rakyat.

Visi yang di jalankan Rizal Ramli,  tutur Engelina Pattiasina, adalah keberadaan kilang darat, agar Area Produksi Gas Blok Masela bisa menjadi Pusat Pertumbuhan Kawasan Ekonomi Baru di Maluku.

Selain itu,  ungkap Engelina,  Rizal Ramli juga mampu mengidentifikasi ratusan industri turunan dari gas,  sehingga jika industri tersebut di bangun di Maluku, maka yang terjadi adalah: dampak ekonomi yang sangat besar, sejaligus bisa mengangkat Provinsi Maluku dari keterpurukkan ekonomi.

Semangat moral, selanjutnya agar Nasyarakat Maluku “Patut Berterima Kasih” kepada, Mendiang, Almarhum Bung Rizal Ramli.

Kini Bung Rizal Ramli telah tiada,  telah Berpulang Keharibaan  Sang Maha Pencipta.

Semoga Tuhan Yang Maha Kuasa memberikan tempat Yang Terbaik bagi Bung Rizal Ramli. 

Selamat Ber-istirahat,  JasaMu Senantiasa akan Selalu di Kenang oleh Rakyat Maluku.

Selamat Jalan Bung Rizal Ramli. 

Dipl,Oek, Engelina Pattiasina, Direktur Archipelago Solidarity  Foundation. (Otto)

Baca Lainnya

Komisi II DPRD Kota Bekasi Kunjungi Korban Kecelakaan KA di RSUD CAM

30 April 2026 - 20:22 WIB

Anggota Komisi II DPRD Kota Bekasi

DPRD Kota Bekasi Alit Jamaludin: Kecelakaan KA Jangan Sampai Terulang

30 April 2026 - 19:52 WIB

Anggota DPRD Kota Bekasi dari Fraksi PKB, Alit Jamaludin

Ketua Komisi II DPRD Kota Bekasi Tinjau Lokasi Perlintasan KA di Jalan Ampera

30 April 2026 - 18:49 WIB

Ketua Komisi II DPRD Kota Bekasi, Latu Har Hary, S.Sn

Disdamkarmat Kota Bekasi Raih Juara Umum NFSC 2026 di Palembang

30 April 2026 - 13:47 WIB

Sekretaris Disdamkarmat Kota Bekasi, Heryanto, A.P., M.Si,

Presiden Prabowo Resmikan 13 Proyek Hilirisasi Tahap II

30 April 2026 - 07:37 WIB

Trending di News