Menteri Kebudayaan RI Fadli Zon yang turut mendampingi Presiden menyambut antusias langkah ini. Ia mengungkapkan bahwa kerja sama antara Indonesia dan FBI dalam pengembalian benda budaya telah berlangsung sebelumnya.
“FBI tercatat telah beberapa kali membantu mengembalikan berbagai artefak penting Indonesia yang dicuri, termasuk arca-arca perunggu serta artefak dari sejumlah situs budaya,” ungkap Fadli dalam rilis Sekretariat Negara RI.
Lebih lanjut, Fadli berharap hubungan bilateral ini terus menguat. “Kita harapkan kerja sama dengan FBI terutama terkait dengan repatriasi, restitusi benda-benda budaya ini ke depannya akan semakin kuat, didukung juga oleh Sekretariat Negara dan juga Kementerian Luar Negeri,” tegasnya.

Dalam persiapan pengiriman, FBI menerapkan prosedur pengemasan dan pembuatan peti pelindung (crating) secara profesional untuk memastikan keamanan jasad leluhur dan artefak selama perjalanan panjang dari Amerika Serikat ke Indonesia. Proses ini menunjukkan penghormatan terhadap nilai sakral benda-benda yang direpatriasi.
Kembalinya koleksi bersejarah ini menandai langkah penting dalam menjaga warisan budaya Indonesia, sekaligus menjadi momentum bagi pemerintah untuk lebih masif melakukan pelacakan aset budaya lain yang masih tersebar di luar negeri.
FBI berkomitmen untuk terus menyelidiki pencurian dan perdagangan ilegal kekayaan budaya di seluruh dunia, serta menantikan kelanjutan kerja sama yang erat dengan Pemerintah Indonesia dalam pelindungan warisan budaya dan repatriasi artefak yang dipindahkan secara ilegal.
Ikuti berita terkini di Google News












Komentar ditutup.