MATRASNEWS, JAKARTA – Festival Jakarta Great Sale (FJGS) 2026 resmi ditutup dengan pencapaian transaksi fantastis. Gelaran yang berlangsung sejak 10 Juni hingga 22 Juli 2026 ini membukukan total perputaran uang sebesar Rp26,8 triliun, angka yang menunjukkan geliat ekonomi ibu kota yang terus menguat .
Rincian Transaksi dan Pertumbuhan
Nilai tersebut merupakan akumulasi dari transaksi di 104 pusat perbelanjaan yang mencapai Rp16,8 triliun, serta transaksi ritel di luar mal yang menyumbang Rp10 triliun . Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, mengungkapkan bahwa capaian ini tidak lepas dari meningkatnya jumlah pengunjung dan partisipasi pelaku usaha. Dibandingkan tahun lalu, transaksi di pusat perbelanjaan tercatat naik sekitar 5% dari Rp15,98 triliun pada FJGS 2025 . Lebih dari 20.000 tenant ritel turut ambil bagian, memperluas jangkauan festival hingga ke berbagai lapisan masyarakat.

Optimisme di Tengah Inflasi Terkendali
Pramono Anung menyatakan bahwa pencapaian FJGS bukan sekadar angka, melainkan indikator fundamental yang memperkuat optimisme terhadap perekonomian Jakarta. “FJGS bukan sekadar agenda diskon dan promosi, tetapi bagian dari upaya menjaga optimisme dunia usaha dan menggerakkan aktivitas ekonomi masyarakat,” ujarnya saat penutupan di Pondok Indah Mall 3, Jumat (24/7).
Keyakinan itu selaras dengan data ekonomi makro. Pada triwulan I 2026, ekonomi Jakarta tumbuh 5,59% secara tahunan, dengan sektor perdagangan sebagai kontributor utama sebesar 18,06% . Bahkan, Pramono mencatat Jakarta berhasil menekan inflasi menjadi 2,7%, angka terendah di Pulau Jawa.















Komentar ditutup.