Pengalaman ini memberikan pemahaman mendalam tentang bagaimana secangkir kopi yang dinikmati sehari-hari melalui proses panjang dari hutan hingga ke cangkir.
Perwakilan dari komunitas Zabra, Kang Cepi, menyampaikan, “Kopi itu bukan sekadar minuman, tapi perjalanan panjang dari alam, dari hutan, dari tangan para petani. Lewat Manglayang Coffee Journey ini, kami ingin mengajak lebih banyak orang untuk menghargai proses tersebut sekaligus ikut menjaga alamnya. Karena kalau hutannya terjaga, kopinya juga akan terus hidup.”
Partisipasi Grand Pasundan Convention Hotel dalam kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung program berkelanjutan, khususnya yang berkaitan dengan pelestarian lingkungan dan pemberdayaan potensi lokal.
Ikuti berita terkini di Google News, klik di sini.











