Menu

Mode Gelap
Indonesia Diprediksi Bertahan di Status Emerging Market MSCI Water For Timor Dekatkan Akses Air Bersih Untuk Masyarakat Timor Tengah Selatan   Dialog Kunci Demokrasi, Qodari Sesalkan Insiden di UGM Ketua Karang Taruna Aren Jaya Dukung Darkam Suryadi Aliansi Bocah Bekasi Ingin Darkam Suryadi Kembali Pimpin Karang Taruna Adira Expo di Bogor, Solusi Keuangan Keluarga Saat Liburan

Info Akademia

Guru Dilarang Berikan PR ke Siswa, Ini Kata Sekjen PB PGRI

badge-check


					Sekretaris Jenderal (Sekjen) Pengurus Besar Persatuan Guru Republik Indonesia (PB PGRI), Dudung Abdul Qadir Perbesar

Sekretaris Jenderal (Sekjen) Pengurus Besar Persatuan Guru Republik Indonesia (PB PGRI), Dudung Abdul Qadir

Matras News, Bekasi – Polemik larangan guru memberikan pekerjaan rumah (PR) terhadap siswanya, ditanggapi langsung oleh Sekjen PB PGRI, Dudung Abdul Qadir.

Kepada matrasnews.com, Dudung secara tegas mengatakan, sebenarnya pemberian PR merupakan salah satu upaya dalam meningkatkan kualitas serta kompetensi siswa itu sendiri.

“Tetapi, saat ini Gubernur Jawa Barat melihat bahwa orang tua kesulitan membantu anaknya dalam hal proses pembelajaran saat diberikan PR tersebut. Jadi, singkatnya, segala tugas diselesaikan di sekolah,” ujarnya, Selasa 17/6/2025.

Dirinya menjelaskan, untuk di rumah sendiri, siswa biasanya atau lebih condong kepada penerapan 7 kebiasaan, mulai dari bangun pagi, berolahraga, makan yang bergizi, berdoa, bersosialisasi atau bermasyarakat dan sebagainya. Sehingga proses ini harus diakomodir oleh sekolah dan dibiasakan melalui kerjasama dengan orang tua.

“Kalau di rumah, siswa lebih mengarah kepada 7 pembiasaan dan hal inilah yang harus diakomodir oleh sekolah dengan bekerjasama bersama orang tua, sehingga menghasilkan anak-anak Indonesia yang berkarakter,” terangnya.

Dudung juga menjelaskan, terkait konteks pemberian PR tersebut, bukan terkait setuju atau tidak setuju, tetapi jangan membuat orang tua menjadi kesulitan ketika membantu anaknya melakukan pekerjaan rumah tersebut.

Sehingga target instrumen pendidikannya berupa peningkatan kompetensi, akademik, non akademik (Life Skill), keterampilan lainnya hingga kepada karakter.

“Pak Gubernur Jabar sudah menegaskan agar tidak membuat para orang tua menjadi kesulitan ketika membantu anaknya belajar di rumah. Jadi, harus mendukung kepada 3 instrumen pendidikan, yakni intra, co serta ekstra dan kesemuanya harus terorganisir dengan baik, sehingga tercapai standar kelulusan,” pungkasnya.

Baca Lainnya

Optimisme Ekonomi Menguat di Tengah Perbaikan Fiskal dan Tekanan Global

17 Juni 2026 - 08:53 WIB

Dies Natalis ke-37 USNI: Saat Kampus Membaca Ulang Budaya Populer

14 Juni 2026 - 16:28 WIB

Dies Natalis ke-37 USNI: Saat Kampus Membaca Ulang Budaya Populer

Kepemimpinan Berlandaskan Nilai, Bima Arya Tekankan Pentingnya Mencicil Harapan

13 Juni 2026 - 01:00 WIB

Camat Rawalumbu Tuntaskan Pengaduan Ijazah Warga

12 Juni 2026 - 19:58 WIB

Ini Daftar 61 Sekolah Swasta Gratis di Kota Bekasi

12 Juni 2026 - 00:36 WIB

Ini Daftar 61 Sekolah Swasta Gratis di Kota Bekasi
Trending di Info Akademia