MATRASNEWS, JAKARTA – Goethe-Institut Jakarta kembali menyambut publik setelah menjalani renovasi selama setahun. Pembukaan kembali ditandai dengan Pekan Pembukaan pada 31 Oktober hingga 8 November 2026 yang menghadirkan 13 acara budaya, mulai dari diskusi, film, pameran, lokakarya, musik hingga teater.
Kegiatan ini menjadi momentum kebangkitan GoetheHaus Jakarta sebagai ruang interaksi seni, pertukaran gagasan, dan dialog lintas budaya.
Renovasi Perkuat Keamanan Gedung
Direktur Goethe-Institut Indonesien, Constanze Michel, mengatakan renovasi berfokus pada peningkatan keamanan gedung, terutama sistem keselamatan kebakaran.
Kini, kursus dan ujian bahasa Jerman serta layanan perpustakaan kembali beroperasi. Goethe-Institut juga membuka kembali ruang pertunjukan dan kegiatan publik setelah setahun tanpa agenda di GoetheHaus.
Hadirkan Diskusi, Film, Musik, dan Teater
Pekan Pembukaan menghadirkan sejumlah program unggulan. Pada 31 Oktober, KarriereKompass 2026 menawarkan informasi mengenai peluang belajar, bekerja, dan tinggal di Jerman melalui presentasi serta konsultasi bersama berbagai organisasi dan mitra resmi.
Pada 3 November, Dr. Simon P. L. Tjahjadi dan Dhianita Kusuma Pertiwi membahas pemikiran Mazhab Frankfurt serta relevansi teori kritis dalam kehidupan kontemporer.
Sehari kemudian, pemutaran film Fatherland menghadirkan diskusi bersama Prof. Melani Budianta dan sutradara Riri Riza mengenai sejarah, identitas, serta makna kebangsaan.
Program seni berlanjut melalui pameran A Bite of Berlin pada 5–29 November, pertunjukan musik SIMAKDIALOG pada 6 November, serta bincang seniman Between the Mountain and the Sea pada 7 November.
Pada hari yang sama, Haifa Marwan menghadirkan teater dokumenter Indonesian Dreams yang mengangkat ingatan, sejarah, dan konsep rumah melalui perpaduan cerita, arsip, serta multimedia.
Pekan Pembukaan ditutup pada 8 November dengan Power to Powder karya Riyadhus Shalihin. Pertunjukan ini menelusuri hubungan sumber daya alam, industri kecantikan, dan estetika.
Ruang Pertukaran Budaya
Melalui pembukaan kembali GoetheHaus, Goethe-Institut Jakarta tidak sekadar menghidupkan kembali aktivitas seni. Lembaga kebudayaan Jerman tersebut juga memperkuat ruang pertemuan masyarakat untuk mengeksplorasi isu sosial, lingkungan, sejarah, dan kreativitas melalui perspektif lintas budaya.
Rangkaian acara berlangsung di Goethe-Institut Jakarta dan terbuka bagi masyarakat yang ingin menikmati maupun terlibat dalam berbagai program kebudayaan tersebut.
Ikuti berita terkini di Google News











Komentar ditutup.