Menu

Mode Gelap
University of Melbourne Buka Beasiswa Penuh untuk Mahasiswa Internasional Mahasiswa ITS Ciptakan Perangkap Hama Tenaga Surya Amunisi, Daya Tahan, dan Nyali: Tiga Ujian di Balik Pertumbuhan 5,61% Panen Perdana Semangka Non-Biji, Bukti Kolaborasi Modern Petani Milenial dan Indomaret Ditjenpas Bantah Video Viral Sel Mewah dan Ponsel di Lapas Cilegon Penataan Non-ASN, Pemerintah Jamin Layanan Pendidikan Tetap Jalan

Bisnis

Harga Emas Global Melonjak Dekati Rekor, Dipicu Ekspektasi Pemotongan Bunga The Fed


					Harga Emas Global Melonjak Dekati Rekor, Dipicu Ekspektasi Pemotongan Bunga The Fed Perbesar

MatrasNews, Jakarta – Harga emas dunia berjangkit naik tajam dan mendekati rekor tertinggi sepanjang masa pada perdagangan Senin (1/9). Kenaikan ini didorong oleh sentimen optimisme investor bahwa Federal Reserve (The Fed) akan memangkas suku bunga dalam pertemuan kebijakan akhir September mendatang.

Berdasarkan data Bloomberg, harga emas spot diperdagangkan pada level US$ 3.474,19 per troi ons pada pukul 14.22 WIB. Angka ini mencerminkan kenaikan signifikan sebesar 0,78% dari harga penutupan Jumat pekan lalu dan hanya selisih tipis dari rekor all-time high di atas US$ 3.500 yang tercapai pada April lalu.

Analis menyoroti bahwa penguatan emas didorong oleh ekspektasi bahwa bank sentral AS akan mulai melonggarkan kebijakan moneternya. Laporan data ketenagakerjaan AS (non-farm payrolls) yang akan dirilis Jumat ini diprediksi akan menunjukkan tanda-tanda pelemahan, yang pada akhirnya memberi alasan bagi The Fed untuk melakukan pemotongan suku bunga.

“Emas dan perak tiba-tiba melonjak karena fundamental dan teknikalnya selaras. Kekhawatiran tentang masa depan The Fed menopang kenaikan tersebut. Selain itu, level resistensi utama di sekitar US$ 3.450 per troi ons telah tertembus, memicu momentum aksi beli,” ujar Charu Chanana, Ahli Strategi Saxo Capital Markets Pte, seperti dikutip Bloomberg.

Suku bunga yang lebih rendah akan meningkatkan daya tarik emas sebagai aset safe haven yang tidak memberikan imbal hasil. Sentimen risk-off juga menguat seiring kekhawatiran atas independensi The Fed akibat kritik berulang Presiden AS Donald Trump terhadap para pembuat kebijakan.

Langkah Trump untuk memecat Gubernur Fed Lisa Cook menambah ketidakpastian, meski pengadilan belum memutuskan nasibnya. Keputusan akhir dalam kasus ini dinilai akan berdampak besar pada kepercayaan investor global terhadap stabilitas kebijakan AS.

Ahli strategi mata uang Oversea-Chinese Banking Corp, Christopher Wong, menambahkan bahwa fokus pasar tetap pada data payrolls Jumat. “Data yang lebih lemah berpotensi mengubah narasi dan membebani Dolar AS, serta mendukung logam mulia. Lebih penting lagi, kami akan mewaspadai setiap penguatan diskusi untuk pemangkasan suku bunga jumbo sebesar 50 basis poin,” jelasnya.

Kenaikan harga emas kali ini mengingatkan pada rally yang terjadi April lalu, yang juga dipicu oleh kebijakan perdagangan agresif Trump. Namun, pengadilan banding federal baru-baru ini memutuskan bahwa tarif global yang ditetapkan Trump dipaksakan secara ilegal, meski pungutan tersebut tetap berlaku sambil menunggu proses hukum berlangsung.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Amunisi, Daya Tahan, dan Nyali: Tiga Ujian di Balik Pertumbuhan 5,61%

18 Mei 2026 - 02:21 WIB

Panen Perdana Semangka Non-Biji, Bukti Kolaborasi Modern Petani Milenial dan Indomaret

18 Mei 2026 - 02:16 WIB

Pemerintah Tetapkan Fuel Surcharge hingga 50% dari Tarif Batas Atas

15 Mei 2026 - 00:18 WIB

Sinergi Himbara, BP BUMN Dorong Hunian Terjangkau bagi Masyarakat

14 Mei 2026 - 01:31 WIB

Puncak Liburan Long Weekend, KAI Layani 161.028 Pelanggan

14 Mei 2026 - 01:23 WIB

Trending di Bisnis