Menu

Mode Gelap
Revisi UU ASN Hapus Status PPPK Paruh Waktu, Pemerintah Terapkan Dua Skema Baru Bukan Cuma Keturunan, Studi Terbaru Ungkap Gula Darah Tinggi Bisa Jadi “Bensin” Tumor Banjir Landa Jakarta, Gubernur Pramono: “Menghilangkan Banjir Itu Tidak Mungkin” Sulis “Cinta Rasul” Meriahkan Paramadina Festival Ramadhan 2026 di Meikarta Simak 4 Tips Menginvestasikan THR dengan Emas yang Lebih Mudah, Aman, dan Terpercaya Atasi Keterbatasan Bioskop, Menteri Ekraf Dukung Pembangunan Mini Bioskop di Minimarket

Info Akademia

Institut Teknologi Bandung Selenggarakan Maritime Sciences and Advanced Technology, Konferensi Internasional Tentang Kelautan

badge-check


					Institut Teknologi Bandung Selenggarakan Maritime Sciences and Advanced Technology, Konferensi Internasional Tentang Kelautan Perbesar

MATRAS NEWS, JAKARTAEvent Konferensi Internasional Maritime Sciences and Advanced Technology (MSAT) kelima yang digagas oleh program studi Oseanografi Fakultas Ilmu Kebumian dan Teknologi (FITB) dari Institut Teknologi Bandung (ITB), mengambil tema Menavigasi Masa Depan: Sinergi antara Ilmu Kelautan, Industri dan Tantangan Global untuk Solusi Berkelanjutan, acara dilaksanakan selama dua hari bertempat di ITB Kampus Jakarta, Gedung Graha Irama, jalan HR. Rasuna Said lantai 12 Jakarta pada 7-8 Agustus 2025.

Topik yang diangkat pada konferensi internasional ini membahas tentang Dinamika Atmosfir Laut, Sumber Daya dan Konservasi Laut, Bahaya Laut dan Perlindungan Pesisir, Penginderaan Jarak Laut dan Teknologi Kelautan serta Operasional Oseanografi dengan menghadirkan pembicara Dr. Dasapta Erwin Irawan selaku Wakil Dekan Sumber Daya FITB, Dr. Hendra Yusran Siry selaku Staf Ahli Menteri Bidang Ekologi dan Sumber Daya Laut, Kementerian Kelautan dan Perikanan juga pembicara dari luar negeri diantaranya Prof. Yu Weidong dari University of Sun Yat-sen China, Prof. Jang Chan Joo dari Korea Institute of Ocean Science and Technology (KIOST) South Korea dan Prof. Boo Keun Khim dari Pusan National University South Korea.

Sebanyak 130 peserta dari kalangan akademisi, institusi pemerintah, industri, mahasiswa dari dalam dan luar negeri, hadir mengikuti konferensi internasional ini, tema tentang kelautan diambil karena potensinya yang sangat besar, melihat dari asta cita Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto yang menjadikan maritime adalah salah satu poin terpenting, maka kalangan akademisi terutama dari ITB ini siap membantu program pemerintah melalui ilmu dan talenta yang mereka miliki.

Sebagai contoh dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) yang memiliki program blue economy untuk arah pengembangan biota laut, ketahanan pangan, energi terbarukan, pengelolaan sampah dan lain-lain, pihak ITB memiliki penelitian terkait kelautan dan oseanografi yang bisa dipadukan berkaitan dengan blue economy dari KKP.

Acara dua tahunan ini pertama kali diadakan di Bali pada tahun 2017 bekerja sama dengan Universitas Udayana, yang kedua diadakan di Makassar pada tahun 2019 bersama Universitas Hasanudin, sedangkan yang ketiga dikarenakan adanya wabah Covid-19 pada tahun 2021, maka acara diselenggarakan secara online dari Pangandaran dan yang keempat diadakan di Kampus ITB Bandung serta yang kelima diadakan di Kampus ITB Jakarta.

Kepala Koordinator International Office dan Kemitraan Fakultas Ilmu dan Teknologi Kebumian ITB yang juga sebagai Panitia Konferensi Internasional, Karina Aprilia Sujatmiko, S.Si., M.T., Ph.D mengatakan, Kami mengambil lokasi untuk acara ini di ITB Kampus Jakarta karena kampusnya bagus, secara venuenya juga bagus dan mudah diakses.

“Sejak awal kegiatan ini dilaksanakan, kami selalu berkolaborasi dengan pemerintah, international partners dan sekarang kami mencoba dengan kalangan industri, tujuan dilaksanakannya kegiatan ini tentunya untuk komunitas kelautan karena kita punya forum basisnya akademi kelautan, jadi kegiatan ini juga bisa menjadi wadah untuk teman-teman dari Oseanografi Kelautan untuk pembahasan program-program pemerintah dan sinergi industri”. Ujar Karina.

Hasil dari kegiatan ini dipublikasikan di prosiding internasional, IOP Conference Series: Earth and Environmental Science yang bisa diakses secara gratis, acara didukung oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) dan Marine Technology Cooperation Research Center (MTCRC) Korea Indonesia juga beberapa sponsor industri antara lain, Oseanland, Geotindo dan Pertamina serta bantuan sponsor untuk keberlangsungan acara dari Pomelotel dan Arthaloka.

“Dari kegiatan Konferensi Internasional ini diharapkan adanya kerja sama dari setiap negara yang terlibat didalamnya seperti adanya kerja sama pertukaran pelajar, double degree, riset, beasiswa untuk anak Indonesia yang kuliah di luar negeri dan kolaborasi lainnya, jadi tidak hanya berhenti disini saja namun ada kerja sama yang berkelanjutan antara Indonesia dengan negara lain”. Tutup Karina.

Baca Lainnya

Sulis “Cinta Rasul” Meriahkan Paramadina Festival Ramadhan 2026 di Meikarta

9 Maret 2026 - 00:28 WIB

Sulis Cinta Rasul Meriahkan Paramadina Festival Ramadhan 2026 di Meikarta

Alumni LPDP Ini Pilih Bangun Bisnis Lokal dan Serap Ratusan Tenaga Kerja

5 Maret 2026 - 01:35 WIB

Dua Pelajar Bekasi Raih Medali di Ajang Internasional

2 Maret 2026 - 14:14 WIB

Pemerintah DIY Wajibkan Pendidikan Khas Kejogjaan di Seluruh Sekolah Mulai 2026

27 Februari 2026 - 02:06 WIB

Rektor UI Tegaskan Masuk Kampus Tak Cukup Bermodal Kaya, Hanya 1 Persen yang Diterima

23 Februari 2026 - 01:58 WIB

Rektor UI Tegaskan Masuk Kampus Tak Cukup Bermodal Kaya, Hanya 1 Persen yang Diterima
Trending di Info Akademia