Volume meningkat 36,31%; material besi, baja, dan logam dari sarana ATDO kembali dimanfaatkan dalam rantai industri
MATRASNEWS, JAKARTA – PT Kereta Api Indonesia (Persero) memperkuat penerapan ekonomi sirkular melalui pengelolaan material dari kegiatan operasional dan sarana yang telah memasuki akhir masa penggunaan. Sepanjang 2025, sebanyak 2.997,99 ton limbah KAI dikelola melalui skema guna ulang dan daur ulang bersama pihak ketiga, meningkat 36,31 persen dibandingkan 2024 sebesar 2.199,41 ton.
Peningkatan tersebut menjadi bagian dari upaya KAI mempertahankan nilai material agar tetap dapat digunakan dalam siklus produksi. Pendekatan ini memperkuat pengelolaan lingkungan dengan menempatkan limbah sebagai sumber daya yang masih memiliki manfaat apabila dipilah, ditangani, dan diproses secara tepat. Agenda tersebut relevan dengan proyeksi Global Resources Outlook 2024 UNEP yang mencatat ekstraksi sumber daya alam dunia meningkat tiga kali lipat dalam lima dekade terakhir dan diproyeksikan naik 60 persen pada 2060. UNEP menempatkan penggunaan kembali, perbaikan, dan daur ulang sebagai bagian penting mempertahankan nilai produk lebih lama.
Di tingkat nasional, ekonomi sirkular telah masuk dalam arah pembangunan Indonesia melalui Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional 2025–2045 dan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional 2025–2029. Kebijakan tersebut mengarahkan peningkatan efisiensi sumber daya, pengurangan timbulan sampah, dan penguatan ketahanan ekonomi nasional.
Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba menyatakan pengelolaan material merupakan bagian dari perspektif siklus hidup perusahaan. “Penerapan ekonomi sirkular memberi ruang agar material yang masih memiliki nilai dapat digunakan kembali. KAI berupaya mengurangi residu, menjaga kepatuhan lingkungan, serta mendukung ketersediaan material bagi kegiatan industri,” ujar Anne.











Komentar ditutup.