MATRASNEWS, JAKARTA – Riset terbaru Marketing Research Indonesia (MRI) mengungkapkan bahwa layanan perbankan di Indonesia baru 57,76% siap secara aksesibilitas, Angka tersebut masih jauh di bawah sektor transportasi umum (94,32%) dan pusat perbelanjaan (89,33%).
Temuan MRI menegaskan masih besarnya ruang perbaikan yang perlu digenjot industri perbankan dalam melayani seluruh lapisan masyarakat, khususnya bagi penyandang disabilitas, lansia, maupun masyarakat dengan keterbatasan sementara (temporary dan situational disability).
Keterbatasan sementara ini bisa dialami seseorang yang menggunakan gips akibat patah tulang atau mengalami gangguan penglihatan sementara. Sedangkan hambatan situasional dapat dialami siapa saja, misalnya orang tua yang sedang menggendong bayi.
“Ukuran keberhasilan customer experience bukanlah seberapa sempurna kita melayani pelanggan rata-rata, melainkan seberapa andal sistem kita bekerja untuk melayani pelanggan yang paling beragam kebutuhannya,” kata Founder dan Chairman MRI, Harry Puspito dalam paparannya di MRInsights Inclusive CX Seminar 2026 di Jakarta, dilansir dari keterangan resminya.
Angka 57,76% tersebut merupakan salah satu temuan dari studi Inclusive Customer Experience (CX) yang dilakukan MRI melalui MRInsights 2026, sebuah forum berbagi pengetahuan berbasis riset yang diinisiasi MRI dengan tema “Customer Experience for All.” Studi ini tidak hanya memotret kondisi saat ini, tetapi juga memberikan rekomendasi strategis bagi pelaku industri untuk menciptakan layanan yang lebih inklusif.
















Komentar ditutup.