Menu

Mode Gelap
Kebaya Noni Melenggang di Hari Kebaya Nasional Darya-Varia Buka Jalan bagi Peneliti Perempuan di Usia Emas 50 Tahun Anak Muda Berteriak, Aktivis 98 dan Mahasiswa Kaji Ulang Kondisi Bangsa Politik adalah Ibadah Pengabdian, Bukan Mesin Kekayaan Menko Yusril Minta Polda Jabar Tingkatkan Patroli dan Cegah Main Hakim Sendiri Zona Buang Ditutup, TPST Bantargebang Bertahap Tinggalkan Open Dumping

Seni & Budaya

Kebaya Noni Melenggang di Hari Kebaya Nasional

badge-check

Kebaya Noni Melenggang di Hari Kebaya Nasional Perbesar


MATRASNEWS, MANADO – Balutan renda putih khas Sulawesi Utara menghiasi Atrium Manado Town Square 3, Senin (20/7/2026) sore. Ratusan perempuan dari berbagai organisasi wanita se-Sulawesi Utara memenuhi panggung dalam peragaan busana Kebaya Noni. Kegiatan ini menjadi puncak peringatan Hari Kebaya Nasional 2026 sekaligus hari ulang tahun ke-67 Badan Kerja Sama Organisasi Wanita (BKOW) Provinsi Sulawesi Utara.

Uniknya, lomba peragaan busana kali ini tidak hanya diikuti model profesional. Para pejabat perempuan di lingkungan Pemda Sulut dan pimpinan organisasi wanita turut berbaur menjadi peserta di atas catwalk. Momentum ini memperlihatkan komitmen nyata kaum perempuan dalam melestarikan nilai-nilai budaya.

Ketua Umum Perkumpulan Pecinta Kebaya Noni Indonesia (PPKNI), Coreta Louise Kapoyos, mengungkapkan bahwa Kebaya Noni merupakan satu dari tiga kebaya di Indonesia yang resmi terdaftar sebagai Warisan Budaya Tak Benda Indonesia. Dua lainnya adalah Kebaya Laboh dari Riau dan Kebaya Krancang dari DKI Jakarta.

Menurut Coreta, cikal bakal Kebaya Noni bermula dari interaksi budaya antara bangsawan Eropa dengan masyarakat pesisir Sulawesi Utara dan Maluku pada penghujung abad ke-19 hingga awal abad ke-20. Renda-renda halus dari Eropa berpadu dengan kain katun lokal, melahirkan busana putih bersih yang lekat dengan status kaum bangsawan. Ciri paling khas terletak pada renda yang mengalir dari kerah hingga keliling bawah dan ujung lengan tanpa sentuhan bordir.

“Ini tugas kita bersama untuk terus merawat dan menghidupkan Kebaya Noni,” ujar Coreta. PPKNI senantiasa berupaya mempromosikan Kebaya Noni baik di dalam maupun luar negeri, seperti Amerika Serikat, Kanada, Finlandia, hingga Vatikan.

Ketua Umum BKOW Sulawesi Utara, Ny. Anik Yulius Selvanus, menyatakan bahwa pelaksanaan fashion show ini merupakan wujud kepedulian organisasi perempuan di Sulawesi Utara dalam melestarikan budaya. BKOW berperan sebagai mitra strategis Pemerintah Provinsi dalam mendukung pembangunan daerah, mulai dari pemberdayaan perempuan, penguatan keluarga, hingga peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Komentar ditutup.

Baca Lainnya

FBI Kembalikan Ratusan Artefak dan Jasad Leluhur Indonesia ke Pangkuan Tanah Air

25 Juli 2026 - 02:03 WIB

Wagub Rano Dorong Ekspansi Swara Jakarta 80, Targetkan 500 Penyanyi Ramaikan HUT ke-500 Jakarta

22 Juli 2026 - 00:01 WIB

Anim Imamuddin Ajak Warga Jatisampurna Rawat Tradisi Babaritan Sedekah Bumi

19 Juli 2026 - 01:27 WIB

Rapsodia Nusantara 10 Pianis Remaja Raih Juara di Kansas City

18 Juli 2026 - 11:14 WIB

Jakarta Gaungkan SDGs Lewat Museum, Target 2030 Makin Dekat

16 Juli 2026 - 01:13 WIB

Trending di Seni & Budaya