MATRASNEWS, MANADO – Balutan renda putih khas Sulawesi Utara menghiasi Atrium Manado Town Square 3, Senin (20/7/2026) sore. Ratusan perempuan dari berbagai organisasi wanita se-Sulawesi Utara memenuhi panggung dalam peragaan busana Kebaya Noni. Kegiatan ini menjadi puncak peringatan Hari Kebaya Nasional 2026 sekaligus hari ulang tahun ke-67 Badan Kerja Sama Organisasi Wanita (BKOW) Provinsi Sulawesi Utara.
Uniknya, lomba peragaan busana kali ini tidak hanya diikuti model profesional. Para pejabat perempuan di lingkungan Pemda Sulut dan pimpinan organisasi wanita turut berbaur menjadi peserta di atas catwalk. Momentum ini memperlihatkan komitmen nyata kaum perempuan dalam melestarikan nilai-nilai budaya.
Ketua Umum Perkumpulan Pecinta Kebaya Noni Indonesia (PPKNI), Coreta Louise Kapoyos, mengungkapkan bahwa Kebaya Noni merupakan satu dari tiga kebaya di Indonesia yang resmi terdaftar sebagai Warisan Budaya Tak Benda Indonesia. Dua lainnya adalah Kebaya Laboh dari Riau dan Kebaya Krancang dari DKI Jakarta.

Menurut Coreta, cikal bakal Kebaya Noni bermula dari interaksi budaya antara bangsawan Eropa dengan masyarakat pesisir Sulawesi Utara dan Maluku pada penghujung abad ke-19 hingga awal abad ke-20. Renda-renda halus dari Eropa berpadu dengan kain katun lokal, melahirkan busana putih bersih yang lekat dengan status kaum bangsawan. Ciri paling khas terletak pada renda yang mengalir dari kerah hingga keliling bawah dan ujung lengan tanpa sentuhan bordir.
“Ini tugas kita bersama untuk terus merawat dan menghidupkan Kebaya Noni,” ujar Coreta. PPKNI senantiasa berupaya mempromosikan Kebaya Noni baik di dalam maupun luar negeri, seperti Amerika Serikat, Kanada, Finlandia, hingga Vatikan.
Ketua Umum BKOW Sulawesi Utara, Ny. Anik Yulius Selvanus, menyatakan bahwa pelaksanaan fashion show ini merupakan wujud kepedulian organisasi perempuan di Sulawesi Utara dalam melestarikan budaya. BKOW berperan sebagai mitra strategis Pemerintah Provinsi dalam mendukung pembangunan daerah, mulai dari pemberdayaan perempuan, penguatan keluarga, hingga peningkatan kualitas sumber daya manusia.












Komentar ditutup.