Menu

Mode Gelap
University of Melbourne Buka Beasiswa Penuh untuk Mahasiswa Internasional Mahasiswa ITS Ciptakan Perangkap Hama Tenaga Surya Amunisi, Daya Tahan, dan Nyali: Tiga Ujian di Balik Pertumbuhan 5,61% Panen Perdana Semangka Non-Biji, Bukti Kolaborasi Modern Petani Milenial dan Indomaret Ditjenpas Bantah Video Viral Sel Mewah dan Ponsel di Lapas Cilegon Penataan Non-ASN, Pemerintah Jamin Layanan Pendidikan Tetap Jalan

News

Kedudukan Perempuan Setara dengan Laki-Laki, Sifat Feminin Dominan dalam Asmaul Husna

badge-check


					Kedudukan Perempuan Setara dengan Laki-Laki, Sifat Feminin Dominan dalam Asmaul Husna Perbesar

MatrasNews, Jakarta – Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar menegaskan bahwa Al-Qur’an memandang kedudukan perempuan setara dengan laki-laki. Bahkan, secara spiritual, banyak sifat perempuan yang lebih dekat dengan sifat ketuhanan.

“Dalam 99 Asmaul Husna, sekitar 80 persen sifat Allah adalah feminin, sementara sifat maskulin hanya 20 persen. Nama-nama Allah yang paling sering diulang adalah sifat penuh kasih, seperti Ar-Rahman dan Ar-Rahim,” ujar Menag saat menjadi narasumber dalam pengajian Ikatan Wanita Bank Rakyat Indonesia (IWABRI) di Jakarta, Rabu (24/9/2025).

Nasaruddin menjelaskan bahwa inti ajaran Islam adalah cinta, sehingga agama tidak boleh dikenalkan dengan kebencian. Menurutnya, karakter perempuan banyak mencerminkan sifat-sifat feminin Allah, seperti kasih sayang, kelembutan, dan pengampunan.

“Kalau ingin mendekat kepada Allah, kita perlu menumbuhkan sifat-sifat feminin dalam diri kita. Allah lebih memperkenalkan diri-Nya sebagai Rabb (pemelihara) dibanding sebagai Ilah yang menekankan kuasa,” jelasnya.

Dalam kesempatan itu, Menag juga menekankan pentingnya keharmonisan keluarga yang dibangun atas dasar cinta, bukan relasi struktural. “Rumus keluarga sakinah adalah cinta. Cinta istri diwujudkan dalam rahmah, sementara cinta suami dalam mawaddah. Jadi jangan pernah minder menjadi perempuan,” tuturnya.

Di akhir paparannya, Nasaruddin mengungkapkan komitmen Kementerian Agama dalam mendorong penguatan kader ulama perempuan. “Yang menafsirkan Al-Qur’an tidak hanya laki-laki, perempuan pun bisa. Di Istiqlal, kami sudah menyiapkan kader ulama perempuan,” tambahnya.

Kegiatan dengan tema “Menjaga Harmoni Keluarga dengan Wawasan Al-Quran” ini berlangsung secara hybrid dan dihadiri oleh pimpinan IWABRI pusat serta anggota majelis taklim.

 

Baca Lainnya

Ditjenpas Bantah Video Viral Sel Mewah dan Ponsel di Lapas Cilegon

18 Mei 2026 - 02:00 WIB

Gubernur DKI Jakarta Pramono Canangkan Gerakan Pilah Sampah

18 Mei 2026 - 00:43 WIB

Hotel di Jakarta Barat Jadi Sarang Narkoba, Ini Kata Bareskrim Polri

16 Mei 2026 - 01:17 WIB

Nadiem Dituntut 18 Tahun Penjara

15 Mei 2026 - 01:42 WIB

Transformasi Tata Kelola JIS, Pemprov DKI Segera Gandeng San Siro

15 Mei 2026 - 01:09 WIB

Trending di News