Menu

Mode Gelap
ILUNI UI FIB Gelar MeiLawan 2026, Ajak Rawat Ingatan Tragedi Mei 1998 Sinergi Himbara, BP BUMN Dorong Hunian Terjangkau bagi Masyarakat Puncak Liburan Long Weekend, KAI Layani 161.028 Pelanggan Purbaya Beri Waktu 6 Bulan bagi WNI untuk Repatriasi Dana dari Luar Negeri Denon Dorong ITS Indonesia Jadi Aktor Utama UAM di Regional U.S. Embassy Jakarta Celebrates Maternal Health Achievements in Banten Province

News

Kemensos Tambah 100 Titik Sekolah Rakyat, Targetkan 20 Ribu Siswa dari Keluarga Rentan

badge-check


					Kemensos Tambah 100 Titik Sekolah Rakyat, Targetkan 20 Ribu Siswa dari Keluarga Rentan Perbesar

Matras News, Jakarta – Kementerian Sosial (Kemensos) memperluas jangkauan Program Sekolah Rakyat dengan menambah 100 titik baru di seluruh Indonesia.

Kebijakan ini meningkatkan total lokasi menjadi 200 titik pada tahun ajaran 2025/2026, menyasar lebih dari 20 ribu anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem.

Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menyatakan, penambahan ini merupakan upaya pemerintah memperkuat akses pendidikan bagi kelompok rentan. “Sekolah Rakyat hadir untuk memutus mata rantai kemiskinan melalui pendidikan berkualitas,” tegasnya dalam keterangan resmi pada, Selasa 24 Juni 2025.

Gus Ipul mengungkapkan, kepala sekolah dan guru dari 100 titik pertama akan menjalani pelatihan intensif hingga akhir Juni 2025. “Mereka akan siap mengajar saat tahun ajaran baru dimulai 14 Juli mendatang,” ujarnya di Kantor Kemensos, Jakarta Pusat.

Sementara itu, 100 titik tambahan masih dalam tahap persiapan. Lokasi tersebut akan memanfaatkan aset Balai Latihan Kerja (BLK) milik Kementerian Ketenagakerjaan, sesuai instruksi Presiden Prabowo Subianto. “Kami sedang menyiapkan kerja sama dengan Kemenaker. Gedung BLK cukup memadai dan bisa segera difungsikan,” jelas Gus Ipul.

Proses rekrutmen siswa dilakukan secara ketat dengan melibatkan berbagai pihak, termasuk pendamping Program Keluarga Harapan (PKH), dinas sosial, dinas pendidikan daerah, dan Badan Pusat Statistik (BPS). “Hanya anak dari keluarga Desil 1 Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) yang berhak mendaftar. Tidak boleh ada kecurangan dalam seleksi,” tegas Mensos.

Hingga kini, sebanyak 9.755 siswa telah terdaftar. Dengan penambahan titik baru, Kemensos menargetkan lebih dari 20 ribu siswa akan terdaftar, didukung sekitar 2.000 guru dan 4.000 tenaga kependidikan.

Peluncuran Program Sekolah Rakyat tahun ajaran 2025/2026 rencananya akan dihadiri langsung oleh Presiden Prabowo Subianto. “Kami berharap Bapak Presiden bisa memberikan pembekalan kepada tenaga pendidik sekaligus meresmikan program ini,” ujar Gus Ipul.

Kemensos juga membuka peluang kerja sama dengan sektor swasta melalui program Corporate Social Responsibility (CSR), terutama untuk pengembangan infrastruktur dan fasilitas pendukung.

Program Sekolah Rakyat dinilai sebagai terobosan strategis dalam pemerataan pendidikan. Dengan pendekatan multisektoral, diharapkan dapat mengurangi angka putus sekolah dan meningkatkan kualitas SDM kelompok marjinal.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

ILUNI UI FIB Gelar MeiLawan 2026, Ajak Rawat Ingatan Tragedi Mei 1998

14 Mei 2026 - 01:37 WIB

Purbaya Beri Waktu 6 Bulan bagi WNI untuk Repatriasi Dana dari Luar Negeri

14 Mei 2026 - 01:18 WIB

Kereta Petani & Pedagang Layani 17.867 Pelanggan Sepanjang 2026

13 Mei 2026 - 00:09 WIB

PT Pertamina Buka Suara Soal Perbandingan Harga Pertalite dan Pertamax yang Ramai di Medsos

13 Mei 2026 - 00:05 WIB

Kemnaker Uji 2.100 Calon Ahli K3 Umum Batch 2, Perkuat Budaya Keselamatan Kerja

13 Mei 2026 - 00:03 WIB

Trending di News