MATRASNEWS, BEKASI – Ketua DPRD Kota Bekasi, Sardi Efendi, langsung memimpin inspeksi mendadak (sidak) ke Pasar Baru Bekasi, Kamis (3/9/2026). Langkah ini merupakan tindak lanjut cepat dari aspirasi ratusan pedagang kaki lima (PKL) yang menggelar audiensi sehari sebelumnya.
Kehadiran Sardi didampingi jajaran Komisi III DPRD Kota Bekasi untuk meninjau langsung kesiapan infrastruktur dan kelayakan lokasi yang akan menjadi tempat relokasi para pedagang dari Jalan M. Yamin dan Jalan Ir. H. Juanda.
Inspeksi Mendadak dan Pertemuan Lintas Pihak
Bukan hanya rombongan DPRD, turut dihadiri Asisten Daerah II Fitri Widyati, Dinas Perdagangan dan Perindustrian, Direktur PT Mitra Patriot (PTMP) David Hendrajid Rahardja, serta perwakilan pedagang.
Kehadiran pejabat Kota Bekasi di lokasi menjadi ruang penting untuk menyamakan persepsi, karena relokasi bukan sekadar memindahkan tempat usaha, tetapi juga menyangkut keberlangsungan ekonomi dan kenyamanan berdagang.
Penataan Kota dan Ekonomi Rakyat Harus Berjalan Seiring
Sardi Efendi menegaskan bahwa DPRD pada prinsipnya mendukung program penataan kota. Namun, ia mengingatkan kebijakan relokasi harus realistis dan manusiawi, tidak menyulitkan pedagang maupun konsumen. Sebelumnya, para PKL menyatakan keberatan jika ditempatkan di area rooftop karena akses yang sulit, terutama bagi pembeli lanjut usia, serta ancaman penurunan omzet.
“Penataan kota penting, tetapi rakyat juga harus tetap bisa mencari nafkah. Jangan sampai penataan justru mematikan mata pencaharian masyarakat,” tegas Sardi.
Gerak Cepat Ketua DPRD Sardi Efendi Ditungu Kepastian
Hanya sehari setelah audiensi, DPRD bergerak ke lapangan untuk memastikan persoalan relokasi tidak berhenti di ruang diskusi. Komisi III DPRD bahkan sebelumnya memberi ultimatum satu minggu kepada PTMP untuk menyelesaikan seluruh persoalan, termasuk menyediakan fasilitas seperti lift dan eskalator serta menjamin tidak ada pungutan liar. Kini, para pedagang menantikan langkah lanjutan dan kepastian solusi yang adil bagi semua pihak.
Ikuti berita terkini di Google News











Komentar ditutup.