Menu

Mode Gelap
Presiden Prabowo Umumkan Paket Kebijakan Perlindungan Pekerja pada May Day 2026 Kemenhaj dan Polri Perkuat Koordinasi Jemaah Haji Ascott Jakarta Luncurkan Plesiran di Jakarta Komnas Disabilitas Dukung Penuh Special Olympics NTT 2026 Perlindungan Pekerja Alih Daya Dikuatkan PGE Catat Kinerja Positif, Laba Bersih Naik 40 Persen di Kuartal I-2026

News

Ketua PP Kota Bekasi Tegaskan Seragam Organisasi Tidak Mirip TNI-Polri

badge-check


					Ketua PP Kota Bekasi Tegaskan Seragam Organisasi Tidak Mirip TNI-Polri Perbesar

Matras News, Bekasi – Ketua Majelis Pimpinan Cabang (MPC) Pemuda Pancasila (PP) Kota Bekasi, Ariyes Budiman, menegaskan bahwa seragam organisasinya tidak memiliki kemiripan dengan atribut Tentara Nasional Indonesia (TNI) atau Kepolisian Republik Indonesia (Polri).

Pernyataan ini disampaikan sebagai respons atas polemik penggunaan pakaian loreng oleh ormas yang kerap dikaitkan dengan institusi militer.

“Kalau Pemuda Pancasila, jelas tidak mirip, tidak menyerupai. Kami punya identitas sendiri. Tidak ada loreng TNI di sini,” tegas Ariyes dalam keterangannya di Bekasi pada, Senin 23 Juni 2025.

Ariyes menambahkan, jika ada pihak yang mempersoalkan kemiripan, sebaiknya berkomunikasi langsung dengan pimpinan tertinggi PP. “Kalau mau diganti, tinggal bicara dengan Ketum (Ketua Umum) Yapto. Tidak perlu ribut. Kami patuh pada atasan,” ujarnya.

Dia juga membantah klaim bahwa PP meniru seragam TNI/Polri, meski mengakui kesamaan pada beberapa aksesoris seperti sepatu. “Sepatu kan pabriknya sama. Kalau mau beda, harus pesan khusus. Tapi soal seragam, tidak ada kemiripan sama sekali,” jelasnya.

Ariyes menekankan kedisiplinan anggota PP dalam menaati perintah pimpinan. “Saya punya 10 ribu anak buah di Bekasi. Semua patuh,” paparnya.

Dia juga menyebut sejarah PP yang berdiri pada 1958 untuk mendukung pemerintah menumpas Partai Komunis Indonesia (PKI). “PP dibentuk Jenderal Nasution dan kawan-kawan sebagai garda nasionalis. Itu sebabnya strukturnya kuat hingga sekarang,” paparnya.

Menanggapi isu sanksi bagi ormas yang menggunakan seragam mirip TNI/Polri, Ariyes menyatakan PP akan tetap memakai loreng selama belum ada instruksi resmi dari Ketum Yapto Soerjosoemarno. “Sekalipun ditembak mati, kami tetap pakai loreng. Kecuali Yapto bilang ganti, kami tidak akan membantah,” tegasnya.

Pernyataan ini mempertegas posisi PP sebagai ormas yang berpegang pada hierarki komando, sekaligus menegaskan klaim mereka atas identitas seragam yang mandiri.

Ariyes Budiman juga mengungkapkan kepada Pemerintah, “jangan satu kerbau berkubang, semua kena lumpurnya”.

 

Baca Lainnya

Presiden Prabowo Umumkan Paket Kebijakan Perlindungan Pekerja pada May Day 2026

1 Mei 2026 - 15:07 WIB

Kemenhaj dan Polri Perkuat Koordinasi Jemaah Haji

1 Mei 2026 - 14:40 WIB

Perlindungan Pekerja Alih Daya Dikuatkan

1 Mei 2026 - 11:28 WIB

PGE Catat Kinerja Positif, Laba Bersih Naik 40 Persen di Kuartal I-2026

1 Mei 2026 - 00:48 WIB

Komisi II DPRD Kota Bekasi Kunjungi Korban Kecelakaan KA di RSUD CAM

30 April 2026 - 20:22 WIB

Anggota Komisi II DPRD Kota Bekasi
Trending di News