Menu

Mode Gelap
Revisi UU ASN Hapus Status PPPK Paruh Waktu, Pemerintah Terapkan Dua Skema Baru Bukan Cuma Keturunan, Studi Terbaru Ungkap Gula Darah Tinggi Bisa Jadi “Bensin” Tumor Banjir Landa Jakarta, Gubernur Pramono: “Menghilangkan Banjir Itu Tidak Mungkin” Sulis “Cinta Rasul” Meriahkan Paramadina Festival Ramadhan 2026 di Meikarta Simak 4 Tips Menginvestasikan THR dengan Emas yang Lebih Mudah, Aman, dan Terpercaya Atasi Keterbatasan Bioskop, Menteri Ekraf Dukung Pembangunan Mini Bioskop di Minimarket

News

Ketua PP Kota Bekasi Tegaskan Seragam Organisasi Tidak Mirip TNI-Polri

badge-check


					Ketua PP Kota Bekasi Tegaskan Seragam Organisasi Tidak Mirip TNI-Polri Perbesar

Matras News, Bekasi – Ketua Majelis Pimpinan Cabang (MPC) Pemuda Pancasila (PP) Kota Bekasi, Ariyes Budiman, menegaskan bahwa seragam organisasinya tidak memiliki kemiripan dengan atribut Tentara Nasional Indonesia (TNI) atau Kepolisian Republik Indonesia (Polri).

Pernyataan ini disampaikan sebagai respons atas polemik penggunaan pakaian loreng oleh ormas yang kerap dikaitkan dengan institusi militer.

“Kalau Pemuda Pancasila, jelas tidak mirip, tidak menyerupai. Kami punya identitas sendiri. Tidak ada loreng TNI di sini,” tegas Ariyes dalam keterangannya di Bekasi pada, Senin 23 Juni 2025.

Ariyes menambahkan, jika ada pihak yang mempersoalkan kemiripan, sebaiknya berkomunikasi langsung dengan pimpinan tertinggi PP. “Kalau mau diganti, tinggal bicara dengan Ketum (Ketua Umum) Yapto. Tidak perlu ribut. Kami patuh pada atasan,” ujarnya.

Dia juga membantah klaim bahwa PP meniru seragam TNI/Polri, meski mengakui kesamaan pada beberapa aksesoris seperti sepatu. “Sepatu kan pabriknya sama. Kalau mau beda, harus pesan khusus. Tapi soal seragam, tidak ada kemiripan sama sekali,” jelasnya.

Ariyes menekankan kedisiplinan anggota PP dalam menaati perintah pimpinan. “Saya punya 10 ribu anak buah di Bekasi. Semua patuh,” paparnya.

Dia juga menyebut sejarah PP yang berdiri pada 1958 untuk mendukung pemerintah menumpas Partai Komunis Indonesia (PKI). “PP dibentuk Jenderal Nasution dan kawan-kawan sebagai garda nasionalis. Itu sebabnya strukturnya kuat hingga sekarang,” paparnya.

Menanggapi isu sanksi bagi ormas yang menggunakan seragam mirip TNI/Polri, Ariyes menyatakan PP akan tetap memakai loreng selama belum ada instruksi resmi dari Ketum Yapto Soerjosoemarno. “Sekalipun ditembak mati, kami tetap pakai loreng. Kecuali Yapto bilang ganti, kami tidak akan membantah,” tegasnya.

Pernyataan ini mempertegas posisi PP sebagai ormas yang berpegang pada hierarki komando, sekaligus menegaskan klaim mereka atas identitas seragam yang mandiri.

Ariyes Budiman juga mengungkapkan kepada Pemerintah, “jangan satu kerbau berkubang, semua kena lumpurnya”.

 

Baca Lainnya

Revisi UU ASN Hapus Status PPPK Paruh Waktu, Pemerintah Terapkan Dua Skema Baru

9 Maret 2026 - 01:28 WIB

Banjir Landa Jakarta, Gubernur Pramono: “Menghilangkan Banjir Itu Tidak Mungkin”

9 Maret 2026 - 01:05 WIB

Banjir Landa Jakarta, Gubernur Pramono Menghilangkan Banjir Itu Tidak Mungkin

Gebrak Run Race, Kapolsek Jatiasih Ajak Ratusan Pemuda Lari di Jalan

8 Maret 2026 - 03:35 WIB

Gebrak Run Race, Kapolsek Jatiasih Ajak Ratusan Pemuda Lari di Jalan

Ribuan Lansia dan Pelajar Bekasi Pecahkan Rekor MURI Tulis Mushaf Al-Qur’an

7 Maret 2026 - 03:11 WIB

Ribuan Lansia dan Pelajar Bekasi Pecahkan Rekor MURI Tulis Mushaf Al-Qur'an

69.232 Tiket Kapal Laut Gratis Mudik Lebaran 2026 Rute Aceh Hingga Jayapura

7 Maret 2026 - 02:57 WIB

69.232 Tiket Kapal Laut Gratis Mudik Lebaran 2026 Rute Aceh Hingga Jayapura
Trending di News