Kepala Bidang Perlindungan dan Jaminan Sosial Dinsos Kota Bekasi, Ester, SE.MT, memastikan penguatan mitigasi bencana berbasis masyarakat terus digenjot melalui program Kampung Siaga Bencana (KSB).
MATRASNEWS, BEKASI – Pemerintah Kota Bekasi melalui Dinas Sosial terus mematangkan program Kampung Siaga Bencana (KSB) sebagai ujung tombak penanganan darurat di tingkat warga. Hingga saat ini, baru 9 dari 12 kecamatan yang telah memiliki struktur KSB, menyisakan tiga kecamatan lagi yang masih dalam proses pembentukan.
Hal ini disampaikan Kepala Bidang Perlindungan dan Jaminan Sosial Dinas Sosial Kota Bekasi, Ester, SE.MT, saat ditemui di sela-sela kegiatan simulasi penanggulangan bencana di Kecamatan Medan Satria, Jumat (16/7).

Berbeda dengan petugas dinas, KSB sepenuhnya digerakkan oleh masyarakat setempat. Sebagai contoh di Medan Satria, organisasi ini terdiri dari 40 personil yang merekrut 10 orang dari setiap kelurahan. Mereka bertugas melakukan pencegahan, evakuasi, dan pemulihan pascabencana di wilayahnya masing-masing.
“Visi misinya adalah melakukan pencegahan, evakuasi, dan pemulihan saat terjadi bencana. Ini murni gerakan relawan, tidak ada intensif ataupun upah,” tegas Ester. Perekrutan anggota baru direncanakan pada tahun 2027 dengan sasaran generasi muda yang memiliki jiwa kerelawanan tinggi.
Untuk mendukung operasional, setiap kecamatan wajib menyiapkan lumbung sosial yang berisi logistik bantuan. “Lumbung ini tidak harus minta ke Dinsos dulu. Mereka bisa gunakan stok yang sudah disiapkan dan diisi melalui kolaborasi dengan Kementerian Sosial,” jelasnya. Adapun peralatan berat seperti perahu karet tetap disediakan oleh Dinas Sosial dan baru dapat diminta jika logistik KSB di kecamatan telah habis.











